FK UNAIR Targetkan 162 Jurnal Internasional Terindeks Scopus Wednesday, 08 March 2017 05:12

FK UNAIR Targetkan 162 Jurnal Internasional Terindeks ScopusSuasana Pelatihan Jurnal di FK UNAIR. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS - Tahun 2019 mendatang, Universitas Airlangga ditargetkan mencapai ranking 500 top dunia oleh Kemenristek Dikti. Untuk itu, demi tercapainya predikat perguruan tinggi kelas dunia, UNAIR terus berupaya secara serius dengan berbagai hal, antara lain dengan menargetkan kenaikan jumlah publikasi jurnal yang terindeks scopus di tahun 2017 ini.

Hal ini disampaikan Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran UNAIR Prof. Dr. Ni Made, dr., MS, Sp.MK ., dalam acara Loka karya Pembinaan Publikasi Jurnal Internasional di GRAMIK FK UNAR, (28/2). Kegiatan Lokakarya ini bertujuan untuk mensosialisasikan kiat-kiat dalam menghasilkan produk jurnal internasional yang dapat terindeks scopus.

Prof. Made berpendapat bahwa salah satu upaya untuk mencapai WCU (World Class University) yaitu melalui produk riset yang berupa jurnal internasional yang terindeks scopus. Hal  ini juga berkaitan dengan peraturan Kemenristekdikti tahun 2017 yang mewajibkan dosen untuk mempublikasikan jurnal ilmiah baik di level nasional maupun internasional.

“Tahun lalu jumlah publikasi jurnal internasional yang terindeks scopus hanya sekitar 64 jurnal. Dan untuk tahun ini kita menargetkan 162 jurnal internasional terindeks scopus,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pusat Pengembangan Jurnal dan Publikasi Ilmiah (PPJPI) Dr. drg. Prihartini Widiyanti, M.Kes., mengungkapkan, karena publikasi jurnal internasional menjadi parameter yang sangat krusial, maka ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan seperti artikel ilmiah, cover letter, pilihan jurnal ilmiah yang dituju, serta motivasi yang kuat.

“Dalam menentukan target jurnal, salah satunya yaitu dengan cara memilih jurnal yang baik” jelasnya.

Yanti juga menjelaskan mengenai teknis untuk submission artikel atau jurnal internasional agar tidak salah masuk ke dalam Publisher Predatory yang malah akan merugikan para dosen.

“PPJPI juga memberikan pendampingan bahasa (translasi/translate) serta pendampingan untuk kalangan dosen dalam menghadapai masalah submission jurnal internasional,’ ungkapnya.

Selain dosen, mahasiswa juga dapat melakukan publikasi dengan menggunakan tugas akhir dengan proses Reworking atau mendaur ulang menjadi naskah ilmiah. Seperti disampaikan oleh Wakil Ketua PPJPI Dr. drg. Hendrik Setia Budi, M.Kes.

Reworking ini dikerjakan ulang oleh dosen pembimbing dengan tidak menghilangkan identitas mahasiswa tersebut. Beberapa tahapan yang dilakukan dalam reworking yaitu mengecek kelayakan tulisan dan data online. Dimana pengecekan data online (repository dan jurnal) ini bertujuan untuk memperhatikan unsur plagiarisme dengan cara menggunakan aplikasi cek tingkat plagiarisme.

“Yang perlu diperhatikan lagi ketika akan melakukan publikasi jurnal internasional yaitu prosedur penulisan agar dapat diterima oleh editor sehingga akan mendapatkan banyak reviews,” ungkapnya.

Sementara itu, dr. Lukman Hakim, M.Kes., Sp.U., Ph.D., menjelaskan bahwa abstrak merupakan hal yang sangat penting dalam jurnal ilmiah karena abstrak merupakan bagian pertama yang dilihat oleh reviewer.

“Buatlah judul yang eye catching dan buat abstract sedetail mungkin tanpa berbelit-belit” tandasnya.

Sebagai seorang yang sudah berpengalaman dan juga merupakan editor publikasi jurnal internasional, dr. Lukman menekankan agar sebaiknya penulis menghindari perdebatan reviewers. “Terima dan jawablah semua komentar dari viewers lalu perbaiki semaksimal mungkin. Dan yang paling penting adalah hindari plagiarisme dan segala sesuatu yang dapat menyebabkan retraksi,” jelasnya.

Tak hanya kiat-kiat dalam hal publikasi jurnal internasional saja, dalam lokakarya ini Prof. Myrtati Dyah Artaria, M.A., Ph.D., selaku Wakil Dekan III FISIP Universitas Airlangga juga turut membagikan pengalamannya mengenai strategi menghasilkan manuscript yang accepted

Menurutnya, ada beberapa poin yang dapat menjadikan naskah yang nantinya dapat diterima, antara lain dengan menambahkan literatur yang baru dan relevan sebelum finalisasi, topik yang sedang tren dibidangnya, sesuatu yang khas dan adanya di Indonesia, unsur-unsur pada abstrak harus lengkap, metode yang digunakan harus up-to-date, tata bahasa inggris yang digunakan dalam jurnal, cari jurnal yang cocok, dan pelajari daya selingkungnya.

“Hal yang perlu kita berikan adalah waktu untuk menulis,” jelasnya.

Tata bahasa yang digunakan dalam jurnal juga menjadi hal penting dan perlu diperhatikan. Sehingga terdapat juga kiat-kiat untuk translater dan proofreading yang disampaikan oleh pengelola Jurnal Folia Medica Indonesiana FK UNAIR Moch. Zuhdy, S.Sos.

Zuhdy menerangkan beberapa tips prosedur dan aturan penulisan tata bahasa yang harus digunakan dalam jurnal internasional. “Tulisan yang baik adalah yang mudah dipahami dan juga terstruktur dengan baik, apalagi untuk skala jurnal internasional. Penggunaan tenses, sintax, active or passive, transitive or intransitive harus sangat diperhatikan,” pungkasnya.

Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/03/01/fk-unair-targetkan-162-jurnal-internasional-terindeks-scopus/

UNDUH BERITA |