Universitas Airlangga Official Website

182 Bisnis Rintisan Mahasiswa Ikuti Pameran Produk dalam AYE

Laki-laki berbaju merah berdiri di atas panggung memegang mic memberikan sambutan
Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA Drh, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni saat memberikan sambutan dalam pembukaan pameran AYE (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Direktorat Kemahasisaan, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Airlangga Young Entrepreneur (AYE). Kegiatan menjadi bentuk dukungan terhadap minat wirausaha di kalangan mahasiswa UNAIR. Kegiatan ini terdiri dari beberapa rangkaian, seperti bootcamp, mentoring, hingga bantuan pendanaan bisnis. Mengakhiri rangkaian kegiatan tersebut, diadakan pameran produk pada Sabtu (5/7/2025) di Balai Taman Pemuda, Surabaya.

Pameran tersebut menjadi ajang bagi para peserta untuk menampilkan produk dan jasa yang telah mereka kembangkan selama mengikuti program. Terdapat 182 tim bisnis turut serta dalam acara ini. Mereka mengikuti berbagai kategori usaha yang mencakup bidang craft, fashion, food and beverage, jasa, kecantikan, kesehatan, perikanan, pertanian, peternakan, sosial, dan teknologi.

Pameran AYE 2025 ini menunjukkan peningkatan partisipan yang luar biasa dari tahun sebelumnya. Pada tahun ini terdapat 1.000 peserta, tereliminasi menjadi 600, hingga akhirnya 350 sampai 182 peserta yang siap untuk dinilai terkait produk yang telah dikembangkan dari Februari hingga Juli ini. “Dengan harapan agar inovasi yang dipamerkan dapat berkembang menjadi produk bernilai guna dan bermanfaat,” ujar Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA Drh, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni.

Salah satu produk bisnis rintisan mahasiswa yang dipamerkan dalam Pameran AYE (Foto: PKIP UNAIR)
Salah satu produk bisnis rintisan mahasiswa yang ikut serta dalam Pameran AYE (Foto: PKIP UNAIR)

Prof Bambang juga menyoroti realitas sulitnya mencari pekerjaan saat ini. Melihat kondisi tersebut, Prof Bambang menekankan pentingnya pengembangan kewirausahaan. “Mencari kerja sekarang lebih sulit, bisa kita lihat realitanya di job fair lowongan 1.000, pesertanya 6.000. Kondisi saat ini menuntut untuk bisa mengembangkan kewirausahaan dan tidak berhenti sampai di sini,” tegasnya.

Ia juga memberikan semangat kepada para partisipan dengan menyebutkan peluang pendanaan di tahap selanjutnya. Terdapat peluang untuk dapat pendanaan di tahap selanjutnya yaitu di Badan Pengembangan Bisnis Rintisan Inkubasi (BPBRIN), usaha yang visible akan mendapatkan pendamping dari BPBRIN. BPBRIN juga akan menjembatani wirausaha mahasiswa dengan industri.

Pada akhir sambutannya, Prof Bambang berharap acara expo ini dapat menjadi wadah untuk memamerkan produk yang dapat mengeksposisi produk dan bisa meluas ke segala sektor. Termasuk peternakan dan perikanan. “Menjadi wirausahawan adalah modal yang baik bagi para mahasiswa,” pungkasnya.

Penulis: Arifatun Nazilah

Editor: Yulia Rohmawati