n

Universitas Airlangga Official Website

Sambutan Rektor Pada Pengukuhan Jabatan Guru Besar

Assalamu’alaikum wa-rahmatullahi wa-barakatuh.
Alhamdulillah, wa syukurillah, wa laa haula walaa quwwata illa billahi. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihiajma’ien.

Yang terhormat,
Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Airlangga,
Ketua, Sekretaris, dan Anggota Senat Akademik Universitas Airlangga,
Para Wakil Rektor Universitas Airlangga,
Sekretaris Universitas Airlangga,
Para Guru Besar Universitas Airlangga dan Guru Besar Tamu,
Para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Universitas Airlangga,
Para Direktur, Ketua Pusat, Lembaga, dan Badan di Lingkungan Universitas Airlangga,
Saudara Prof. Dr. Juni Ekowati, Doktoranda., Magister Science., Apoteker.
Prof. Viskasari Pintoko Kalanjati, dokter., Magister Kesehatan., Pakar Anatomi Konsultan., Ph.D. Prof. Dr. Rustinsyah, Doktoranda., Magister Science.
Prof. Dr. Siprianus Ugroseno Yudho Bintoro, dokter., Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik. FINASIM.. dan
Para undangan serta hadirin yang berbahagia

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, dan inayah-Nya, sehingga hari ini kita bisa hadir di acara istimewa ini. Yaitu, Sidang Terbuka Universitas Airlangga dalam Pengukuhan Jabatan Guru Besar kepada Prof. Dr. Juni Ekowati, Doktoranda., Magister Science., Apoteker., Dalam bidang Ilmu Kimia Organik pada Fakultas Farmasi. Prof. Viskasari Pintoko Kalanjati, dokter., Magister Kesehatan., Pakar Anatomi Konsultan., Ph.D., Dalam bidang Ilmu Anatomi dan Histologi pada Fakultas Kedokteran. Prof. Dr. Rustinsyah, Doktoranda., Magister Science., Dalam bidang ilmu Antropologi Pedesaan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Prof. Dr. Siprianus Ugroseno Yudho Bintoro, dokter., Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik. FINASIM., Dalam bidang Ilmu Penyakit Dalam pada Fakultas Kedokteran.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Dengan pengukuhan ini, Prof. Dr. Juni Ekowati, Doktoranda., Magister Science., Apoteker., menjadi Guru Besar Fakultas Farmasi aktif ke-31, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-536, dan Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-244. Selanjutnya, Prof. Viskasari Pintoko Kalanjati, dokter., Magister Kesehatan., Pakar Anatomi Konsultan., Ph.D., merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran aktif ke-117, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-537, dan Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-245. Selanjutnya, Prof. Dr. Rustinsyah, Doktoranda., Magister Science., Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik aktif ke-20, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-538, dan Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-246. Terakhir, Prof. Dr. Siprianus Ugroseno Yudho Bintoro, dokter., Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik. FINASIM., Guru Besar Fakultas Kedokteran aktif ke-118, Guru Besar yang dimiliki UNAIR sejak berdiri ke-539, Guru Besar UNAIR PTN Berbadan Hukum ke-247.

Semoga pengukuhan guru besar hari ini juga menginspirasi para akademisi yang lain untuk segera menjadi guru besar. Dengan banyaknya Lektor Kepala yang kita miliki, artinya kita punya potensi untuk menambah guru besar dalam jumlah yang cukup besar. Tentu, dengan kemauan yang keras, mereka pasti juga mampu mencapai jabatan guru besar ini. Tolong disadari, bahwa pencapaian guru besar ini bukan saja merupakan capaian pribadi sebagai seorang dosen, namun juga menjadi capain universitas yang sangat penting.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Dengan dikukuhkannya empat guru besar baru pada hari ini, berarti UNAIR memiliki tambahan SDM yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya. Hal ini, tentunya akan membuat keberadaan UNAIR semakin diakui oleh masyarakat dan dunia. Sebab, jabatan guru besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi di bidang akademik. Dengan demikian, semakin banyak guru besar yang dikukuhkan menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang kita miliki. Ini tentunya akan berdampak pada penilaian terhadap UNAIR yang semakin baik, dan ini akan semakin meningkatkan kualitas kita semua sebagai salah satu dari 500 kampus terbaik di dunia dan mimpi bersama yang sedang kita rancang adalah masuk pada jajaran 100 kampus terbaik di Asia. Masuk sebagai 500 WCU dan 100 Kampus terbaik Asia bukan sekadar untuk sebuah kebanggaan saja. Namun yang lebih penting dari itu adalah proses panjang yang menunjukkan bahwa UNAIR menjadi universitas yang bisa menyiapkan calon-calon generasi mendatang karena mendidik mahasiswa melalui kualitas proses pendidikan dan kualitas para pendidiknya.

Untuk Saudara Prof. Dr. Juni Ekowati, Doktoranda., Magister Science., Apoteker. Prof. Viskasari Pintoko Kalanjati, dokter., Magister Kesehatan., Pakar Anatomi Konsultan., Ph.D. Prof. Dr. Rustinsyah, Doktoranda., Magister Science. Prof. Dr. Siprianus Ugroseno Yudho Bintoro, dokter., Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik. FINASIM. UNAIR berharap, setelah pengukuhan guru besar ini, kontribusi Saudara kepada Universitas Airlanga akan semakin besar. Setelah memperoleh jabatan tertinggi di bidang akademik ini, semangat menulis, mengajar, mengabdi, dan meneliti bukan kendur, tapi justru harus ditingkatkan untuk memberi kemaslahatan yang lebih besar.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Pada pidato pengukuhan tadi, Prof. Dr. Juni Ekowati, Doktoranda., Magister Science., Apoteker., menyampaikan orasi dengan judul “PENGEMBANGAN SINTESIS TURUNAN SINAMAT SECARA GREEN CHEMISTRY SEBAGAI UPAYA MENUJU KEMANDIRIAN BAHAN BAKU OBAT ANTI KANKER”. Dalam paparannya dijelaskan bahwa penyakit kanker merupakan salah satu komorbid dengan resiko kematian yang sangat tinggi setelah penyakit kardiovaskular, dan merupakan masalah kesehatan utama, pada negara maju maupun negara berkembang. Angka kejadian kanker tertinggi di Indonesia untuk laki-laki adalah kanker paru, sedangkan angka kejadian kanker untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara. Pengobatan penyakit kanker membutuhkan waktu yang lama, dan biaya yang sangat mahal. Selain itu adanya resistensi obat, timbulnya efek samping yang serius dari pengobatan kanker melalui kemoterapi, serta radiasi mendorong peneliti untuk berupaya menemukan senyawa-senyawa baru yang dapat menahan pertumbuhan sel kanker atau mencegah terjadinya penyebaran penyakit tersebut, tanpa mengganggu sel normal.

Selanjutnya, Prof. Viskasari Pintoko Kalanjati, dokter., Magister Kesehatan., Pakar Anatomi Konsultan., Ph.D., menyampaikan orasi dengan judul “EKSPRESI RESEPTOR GABA-A DAN SITO-SKELETON PADA CORTEX CEREBRUM DAN FORMATIO HIPPOCAMPI SELAMA PERIODE PERINATAL: TINJAUAN NEUROANATOMI DAN NEUROSAINS KEDOKTERAN DALAM PROYEKSI PEMBANGUNAN MANUSIA YANG SEHAT DAN BERKUALITAS”. Dalam paparannya dijelaskan Neuroanatomi dan neurosains kedokteran adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan segala sesuatu tentang struktur dan fungsi sistim saraf manusia dimulai sejak awal tumbuh-kembangnya pada sekitar minggu ke-3 kehamilan. Cakupan yang luas dari berbagai bidang disiplin ilmu diantaranya embriologi, anatomi, histologi, fisiologi, genetika dan biologi molekuler dengan pembahasan mulai dari ilmu dasar dan terapan, yang menjelaskan kaitan struktur dan fungsi sistim saraf sebagai suatu komponen penting dalam pengendalian dan produksi berbagai modalitas tubuh termasuk motorik, sensorik dan fungsi luhur sehingga terjadi interaksi dalam suatu homeostasis fisiologis yang menghasilkan fungsi kognitif, berpikir dan berperilaku yang kompleks.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia
Paparan selanjutnya, Prof. Dr. Rustinsyah, Doktoranda., Magister Science., dengan orasi yang berjudul “REVITALISASI MODAL SOSIAL UNTUK PEMBANGUNAN DAN PERCEPATAN SDGs PEDESAAN DI TENGAH KAPITALISME”. Dalam paparannya dijelaskan Pembangunan pedesaan menjadi salah satu fokus perhatian di berbagai negara. Indonesia sebagai salah satu negara agraris dan negara berkembang. yang sebagian besar penduduknya mengandalkan hidupnya dari sektor pertanian. Pembangunan pedesaan perhatian yang serius dan dimaksudkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan penduduk desa. Sejak Indonesia merdeka, program pembangunan terus dilakukan hingga sekarang untuk mencapai tujuannya sejalan dengan amanat yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 pada aline ke empat. Meskipun sejak Indonesia merdeka hingga tahun 1965 an program pembangunan pedesaan agak terganggu karena kondisi sosial, politik, keamanan agak terganggu. Saat ini pembangunan pedesaan fokus mencapai program pembangunan berkelanjutan mengacu pada SDGs (Sustanaible Development Goals).

Kemudian, paparan terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Siprianus Ugroseno Yudho Bintoro, dokter., Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik. FINASIM., dengan orasi yang berjudul “Peranan Transplantasi Sel Punca Darah Tepi atau Peripheral Blood Stemcell Transplantation (PBSCT) secara Autologous sebagai Upaya Terkini dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Keganasan Darah Multipel Myeloma”. Dalam paparannya dijelaskan bahwa Multipel myeloma (MM) adalah keganasan darah yang berasal dari sel plasma yang ditandai dengan proliferasi klonal sel plasma ganas di sumsum tulang dengan protein monoklonal dalam serum dan/atau urin dan disfungsi organ terkait. Menimbulkan gagal ginjal atau menimbulkan hiperviskositas. hiperkalsemia, lesi tulang litik, dan anemia. Kejadian MM didapatkan 1% dari semua keganasan dan 10% dari keganasan darah. Kasus MM jarang terjadi pada usia di bawah 30 tahun, sekitar 37% pasien berusia lebih muda dari 65 tahun. Sampai saat ini penyebab pasti MM masih belum dapat dipastikan. Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang menderita MM: a) Usia, risiko meningkat seiring dengan peningkatan usia, b) Jenis kelamin, pria lebih berisiko dibanding wanita, c) Ras, kejadian MM dua kali lebih besar pada ras Afrika Amerika daripada ras Amerika kulit putih, d) Riwayat keluarga, seseorang yang memiliki saudara kandung, orang tua MM 4 kali lebih mungkin untuk menderita MM daripada yang tidak, e) Lingkungan dan pekerjaan, terutama eksposur bahan kimia seperti pestisida, pelarut, pewarna rambut, f) Obesitas, g) Memiliki penyakit sel plasma lain, seperti MGUS atau plasmasitoma soliter, h) abnormalitas sitogenetik.

Ketua, Anggota Senat, dan hadirin yang berbahagia

Akhirnya, mari kita berdoa, semoga ilmu Prof. Dr. Juni Ekowati, Doktoranda., Magister Science., Apoteker. Prof. Viskasari Pintoko Kalanjati, dokter., Magister Kesehatan., Pakar Anatomi Konsultan., Ph.D. Prof. Dr. Rustinsyah, Doktoranda., Magister Science. Prof. Dr. Siprianus Ugroseno Yudho Bintoro, dokter., Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik. FINASIM.. bisa memberikan manfaat bagi diri beliau, Universitas Airlangga, dan bangsa ini. Juga, semoga kita tidak lupa, bahwa apapun capaian atau prestasi yang kita peroleh, di hadapan Allah yang utama adalah ketaqwaan kita.

Demikian, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga Allah meridhai upaya kita semua.

Billahitaufiqwalhhidayah
Wassalaamu’alaikumwr.wb.

Rektor,

Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak.,