Universitas Airlangga Official Website

PLK UNAIR Sosialisasikan Bahaya Eksim di Jawa Pos TV

Dokter Umum Klinik PLK UNAIR dr Faradina Salamah dalam acara Sehat Padi di Jawa Pos TV (sumber: Istimewa)

UNAIR NEWS – Jawa Pos TV menggandeng Pusat Layanan Kesehatan (PLK) Universitas Airlangga (UNAIR) dalam acara Sehat Pagi pada Selasa (31/5/2022). Melakukan siaran langsung pada pukul enam pagi, PLK UNAIR membawakan sosialisasi dengan tema Mengenal Eksim pada Bayi hingga Dewasa.

Untuk itu, dr Faradina Salamah selaku Dokter Umum Klinik PLK UNAIR hadir menjadi tamu program tersebut. dr Faradina menyebut bahwa banyak masyarakat yang belum tahu apa itu penyakit eksim.

“Kebanyakan mengira itu terjadi pada bayi. Seperti ruam-ruam merah pada wajah atau pipi bayi. Padahal, orang dewasa juga bisa mengalaminya,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa eksim adalah penyakit dermatitis atopik atau peradangan kulit. Penyebabnya sendiri cenderung karena faktor genetik atau keturunan. Orang tua yang memiliki riwayat penyakit eksim memiliki probabilitas 50 persen menurunkan penyakit tersebut pada anaknya.

“Probabilitas ini bisa sampai 80 persen jika kedua orang tua punya riwayat eksim,” imbuhnya.

Selain riwayat eksim, orang tua dengan riwayat asma dan rhinitis alergi (pilek karena alergi, Red) juga harus dipertimbangkan. Kedua penyakit tersebut ternyata juga dapat menjadi pemicu keturunan eksim.

Eksim pun dapat diperparah dengan faktor lingkungan yang memicu kemunculan eksim. Penyebabnya dapat berupa cuaca ekstrem, iritasi, alergi debu, alergi makanan, maupun kontak dengan bahan-bahan pemicu eksim seperti disinfektan atau sabun dengan pH tinggi.

Dokter Umum Klinik PLK UNAIR dr Faradina Salamah dalam acara Sehat Padi di Jawa Pos TV (sumber: Istimewa)
Perbedaan Gejala pada Bayi dan Dewasa

Meski seringkali dianggap hanya berbentuk ruam merah, eksim ternyata memiliki gejala yang berbeda pada tiap tahap umur. Pada bayi usia dua bulan sampai dua tahun, gejala yang muncul umumnya ruam merah dan bintil-bintil berair di area pipi, dahi, kulit kepala dan leher. 

“Eksim pada bayi sekitar 80 persen muncul di dua tahun pertama,” sambungnya. 

Sementara pada anak dan remaja pubertas, lokasi eksim cenderung menyebar di lipatan-lipatan badan bagian bawah tubuh. Seperti lipatan siku, lutut, leher. Ruam pun masih terlihat kemerahan, namun lebih kering daripada ruam pada bayi.

Beda lagi pada orang dewasa, lokasi eksim akan semakin menyebar. Bahkan hingga tangan maupun pergelangan kaki. “Ruam kemerahan akan mulai menebal, kering, dan bersisik. Keseluruhan gejala eksim itu juga akan diikuti rasa gatal pada semua usia,” kata dr Faradina.

Pencegahan dan Penanganan

Untuk eksim pada bayi, dr Faradina menyarankan agar orang tua memperhatikan kebersihan kulit bayi. Mandikan bayi dengan air hangat, menggunakan sabun dengan pH netral, serta tidak memandikan terlalu lama untuk menghindari kulit kering. 

“Usai dimandikan, orang tua juga harus rajin memberikan pelembab di wajah dan tubuh agar kulit tidak lembab” paparnya.

Sementara pada orang dewasa, hendaknya mereka menghindari hal-hal pencetus eksim. Ketahui apa saja pencetus eksim karena setiap individu memiliki jenis pemicu yang berbeda-beda.

“Pemicu bisa dari makanan, udara yang kotor, debu, ataukah bahan iritan tertentu. Selain itu gatal-gatal pada eksim hendaknya jangan digaruk karena akan menimbulkan infeksi maupun nanah. Jika sudah sembuh, luka bisa berbekas,” jelasnya.

Apabila ruam dan gatal mulai terasa parah hingga mengganggu kegiatan, dr Faradina mengimbau agar segera memeriksakan diri ke dokter. Nantinya dokter akan meresepkan obat sesuai dengan kondisi dan tingkat keparahan eksim. 

Acara yang dihadiri dr Faradina itu sendiri merupakan program harian Jawa Pos TV untuk berbagi pengetahuan, informasi, serta konsultasi kesehatan bersama dokter spesialis. Program Sehat Pagi tersebut disiarkan secara langsung dan dibawakan oleh Alia Renomas selaku presenter. (*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Feri Fenoria