Universitas Airlangga Official Website

DPKKA UNAIR x Jobhun Buka Serangkaian Career Buddy Program

Adam Tirta saat menyampaikan paparan. (Dok.Pribadi)

UNAIR NEWS – Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) UNAIR pada Senin (30/05/2022) resmi membuka serangkaian kegiatan Career Buddy Program. Pada tahun ini, DPKKA menggaet Jobhun sebagai mitra untuk mendampingi para mahasiswa mempersiapkan karir.

Ketua DPKKA UNAIR, Prof Dr Elly Munadziroh dalam sambutannya menyampaikan, di era disrupsi karena perkembangan teknologi membuat persaingan untuk berebut pekerjaan semakin kompetitif. Hal itu mengharuskan mahasiswa harus menyiapkan sedari dini sebelum berkompetisi merebutkan lowongan yang ada. Oleh karena itu, ia berharap 127 mahasiswa yang terseleksi bisa memanfaatkan program dengan maksimal.

“Karena untuk mempersiapkan mencari kerja tidak bisa instan, apalagi di era persaingan yang sangat ketat. Oleh karenanya di sini kalian akan diinkubasi oleh mentor yang tentunya berpengalaman dalam hal rekrutmen perusahaan, saya harap kalian bisa memanfaatkan dengan maksimal,” terangnya.

Career Buddy Program ini dilaksanakan dari tanggal 30 Mei – 14 Juni nanti dengan serangkaian kegiatan yang meliputi latihan membuat personal branding seperti CV, portofolio, dan LinkedIn. Kemudian latihan psikotes, mentoring, latihan interview, hingga talent matchmaking.

“Semua itu adalah tools yang sangat dibutuhkan untuk bersaing mencari kerja, dengan kalian mengikuti program ini dengan baik, kalian tak hanya dapat insight baru saja melainkan relasi dan pengalaman langsung yang tentu akan menjadi nilai tambah bagi kalian ketika bersaing mencari kerja,” ujar Elly.

Sumber: Kompasiana

Pada pembukaan yang dilaksanakan melalui Zoom tersebut Jobhun menghadirkan Adam Tirta yang merupakan Manajer Konsultasi startup Talentvis. Adam menjelaskan beberapa sektor industri serta potensi dan resiko yang dimiliki jika berkarir pada sektor-sektor tersebut. Salah satunya adalah industri Startup and Tech.

Beberapa waktu belakangan berita Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di beberapa start-up seperti LinkAja, Zenius Education, bahkan JD.ID hangat menjadi pembicaraan. Pasalnya, Startup and Tech yang merupakan sektor yang digadang menjadi salah satu industri nomor satu di era digitalisasi justru memulangkan ratusan pegawainya di tengah ekonomi yang sudah berangsur membaik pasca Covid-19.

Menurut Adam, hal itu terjadi karena salah satu kekurangan start-up and tech adalah persaingan bisnis yang sangat amat kompetitif. Ia menilai, hal itu lumrah terjadi karena ada banyak sekali startup and tech yang berangkat dari ide yang sama. Sebut saja e-commerce ada Shopee, Tokopedia, JD.ID, Lazada. Ataupun aplikasi e-wallet dan pembayaran ada OVO, Go Pay, Dana, Link Aja.

“Sehingga siap yang menawarkan inovasi yang lebih baik dialah yang akan bertahan,” imbuhnya.

Selain persaingan yang kompetitif, startup juga memiliki perputaran yang cepat dan beban kerja yang tinggi. Hal itu dapat membuat orang yang bekerja di startup sering mengalami overworked yang bisa mengakibatkan stres. Oleh karenanya, Adam menghimbau untuk benar-benar memikirkan untuk memilih berkarir pada sektor industri yang sesuai dengan passion dan potensi yang dimiliki.

“Jangan sampai nanti setelah terjun, tidak nyaman dengan cara kerja dan lingkungannya kemudian stres dan berpindah-pindah kerja. Itu membuat kita menjadi tidak bisa membangun jenjang karir yang baik,” jelasnya. (*)

Penulis : Ivan Syahrial Abidin

Editor : Binti Q. Masruroh