Universitas Airlangga Official Website

Perihal LGBT, Ustaz Naruto: Boleh Benci Perbuatannya Tapi Bukan Orangnya!

Ustaz Marzuki Imron (Ustad Naruto). (Dok Pribadi)

UNAIR NEWS – Fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) akhir-akhir ini hangat diperbincangkan di tengah masyarakat. Pro dan kontra mengenai LGBT masih terus terjadi. Lalu, bagaimana menyikapi sebagai orang Islam? Kali ini Departemen SKM UMKI Universitas Airlangga (UNAIR) mengelar kajian yang khusus membahas tentang fenomena LGBT ini.

Kajian Tematik Seri #2 dengan mengusung tema Gemparan Isu Kesetaraan Gender yang Mendukung LGBT: As a Moslem How To Deal With It? mengundang pembicara ustaz Marzuki Imron pada Minggu (29/5/2022). Pada acara ini ustaz Naruto menyatakan bahwa sejatinya tujuan manusia menikah untuk mendapatkan rida Allah SWT.

“Kita tahu makna pernikahan adalah sebagai ibadah untuk mendapatkan rida dari Allah SWT. Selain itu, dengan menikah juga bertujuan untuk dapat melanjutkan keturunan. Nah, apabila menikah dengan sesama jenis tidak bisa melanjutkan keturunan,” ujarnya kepada peserta.

Ustaz Naruto turut menyampaikan bahwa hubungan sesama jenis tidak dapat dibenarkan dalam agama Islam. Dewasa ini kejadian hubungan sesama jenis sering kali diumbar di berbagai platform sosial media dengan terang-terangan. Hal ini dianggapnya sebagai salah satu promotor bahwa hubungan sesama jenis bukan hanya berurusan antara si pelaku dengan Tuhan-nya, melainkan juga menyangkut masyarakat secara luas.

“Apabila hubungan sesama jenis dilakukan secara tertutup dan tidak ada satu orang pun yang tahu, dalam artian hanya si pelaku dan Allah saja, maka itu pertanggung jawabannya hanya dengan Allah. Tapi kini banyak di akun social media yang secara terang-terangan malah mengumbarnya,” katanya.

Perilaku mengumbar hubungan sesama jenis yang sengaja dipertontonkan dan banyak diketahui oleh masyarakat kini bukan lagi masalah personal namun dianggap sebagai promotor dalam hal tindakan yang tidak disenangi oleh Allah SWT.

Selanjutnya, ustaz Naruto juga menyinggung bahwa Allah SWT menciptakan manusia hanya dua jenis, yakni laki-laki dan perempuan. Menurutnya, apabila ada laki-laki yang berperilaku seperti perempuan, itu hasil dari pengaruh lingkungan.

“Manusia dilahirkan antara laki-laki dan perempuan saja. Jika ada laki-laki yang keperempuan-puanan atau perempuan yang kelaki-lakian itu karena lingkungannya,” ujarnya.

3 Anjuran

Sebagai umat muslim ketika memiliki teman atau saudara yang mengarah ke hal yang demikian dalam artian berperilaku tidak normal, maka menurut ustaz Naruto ada tiga hal yang dapat dilakukan.

Pertama, jangan anggap perilaku yang normal. Dalam artian tidak membenarkan tindakan hubungan sesama jenis. Apabila hal ini telah diwajarkan maka bagi mereka yang demikian tidak segan untuk unjuk diri lantaran masyarakat telah menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa-biasa saja.

Kedua, jangan dibuat bahan lelucon. Apabila dan teman atau saudara yang berperilaku tidak semestinya seperti laki-laki yang keperempuan-perempuanan maka jangan malah dibuat tertawaan, sebaiknya diingatkan.

Ketiga, tidak membencinya. Dalam artian kita boleh tidak suka dengan hubungan sesama jenis tapi tidak boleh membenci orangnya. Lantaran jika kita membenci keduanya baik perilaku maupun orangnya, kita tidak memiliki kesempatan untuk mengubahnya atau mengingatkannya. “Boleh benci dengan perbuatannya, tapi tidak boleh benci dengan orangnya,” tambahnya. (*)

Penulis: Septiana Wulandari

Editor: Binti Q. Masruroh