UNAIR NEWS – Untuk memperoleh kondisi tubuh yang sehat, usaha yang dilakukan bukan hanya dengan olahraga semata. Dibutuhkan pemenuhan gizi yang sempurna, agar tujuan dari kombinasi antara olahraga dan pemenuhan gizi untuk mendapatkan hasil tubuh yang bugar pun bisa tercapai.
Menyadari pentingnya informasi gizi yang dikombinasikan dengan olahraga, Departemen Gizi Kesehatan dengan Divisi Seni dan Olahraga, Asosiasi Mahasiswa Gizi, BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, meluncurkan program Nutri-Aerobik. Peluncuran program ini dilaksanakan usai senam sehat bersama di halaman selatan FKM, Jumat (27/1).
Instruktur senam kali ini yaitu Muri Kuswari, M.Si Kepala Departemen Gizi Universitas Esa Unggul. Senam ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S, selaku Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia.
Usai senam, Prof. Hardinsyah memberikan informasi seputar tips-tips berolahraga dan pemenuhan gizi bagi kesehatan tubuh. Seperti katanya, olahraga yang baik dilakukan di pagi hari sebelum pukul delapan. Tujuannya, agar terpapar ultraviolet dan pro vitamin D.
“Olahraga yang baik dilakukan di pagi hari dengan mengenakan pakaian yang meresap keringat dengan warna yang terang. Sehingga, vitamin bisa masuk dalam tubuh secara sempurna,”ujarnya.
Ketua Departemen Gizi Kesehatan Dr. Annis Catur Adi, Ir., M.Si, mengatakan, peluncuran Nutri Aerobik bertujuan untuk membudayakan olahraga sekaligus membudayakan pendidikan gizi.
“Selama ini yang masih ada kan budaya tentang perbanyak berolahraga. Masih belum banyak mengetahui tentang olahraga yang benar, harusnya juga disertai dengan gizi yang baik. Sehingga diperoleh kebugaran yang optimal,” ujar Annis selepas senam sehat bersama.
Annis berkata, sinar ultraviolet dan pro vitamin D yang masuk dalam tubuh di pagi hari akan membantu pembentukan tulang-tulang. Dengan asupan yang baik, dengan menambahkan gerakan, akan diperoleh nafas dalam yang lebih panjang, jantung berdetak lebih kuat, sehingga bisa memompa otot-otot. Sirkulasi tubuh pun menjadi lebih bagus.
Ke depan, program Nutri-Aerobik ini akan memiliki beragam kegiatan. Secara rutin, senam sehat akan dilakukan satu kali dalam seminggu dan dapat diikuti oleh seluruh sivitas akademika di UNAIR. Seperti hari ini, selepas senam dan aerobik akan diberikan informasi terkini seputar gizi. Ini yang membedakan program aerobik dengan Nutri-Aerobik.
“Kita akan berikan tips-tips gizi yang mudah dijalankan. Nanti akan kita buat bertema. Misalnya, saat ini temanya tentang sel tulang, minggu depan bisa seputar gizi dan hipertensi atau gizi dan diabetes. Nanti akan selalu kita update,” tambah Annis.
Informasi seputar gizi selepas senam itu akan diberikan oleh mahasiswa tingkat akhir dan dosen di Departemen Gizi. Annis berkata, informasi seputar gizi tidak perlu banyak-banyak. Yang penting tepat sasaran dan mudah untuk dipraktikkan.
“Pesan gizi tak perlu panjang-panjang, cukup lima sampai tujuh menit. Yang penting kena sasarannya. Menyehatkan juga mengedukasi. Dengan Nutri-Aerobik ini, menjadi sehat, bugar, dan berprestasi. Itu yang kita harapkan dari kegiatan ini,” tambah Annis.
Sosialisasikan pentingnya pemenuhan gizi
Departemen Gizi bersama BEM FKM juga sedang menyiapkan event pengukuran status gizi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Masyarakat bisa mengetahui status gizi dan kesehatan dengan peralatan berupa cakram.
“Kami juga ada semacam cakram, itu bisa mengukur diri sendiri. Cukup dengan mengetahui tinggi dan berat badan, sudah bisa tahu posisi gizi ada dimana. Apakah berat badan tergolong normal, kurus, atau kelebihan. Itu bisa diukur dengan mudah. Nanti akan kita sebar di masyarakat,” ungkap Annis.
Saat ini, sedang direncanakan gerakan sarapan sehat nasional yang dipusatkan di Surabaya yang akan dilaksanakan pertengahan Februari mendatang. Kegiatan yang akan dilakukan yaitu sarapan sehat bersama, seminar pentingnya sarapan disertai dengan tips-tips kesehatan, lomba demo memasak sarapan sehat, lomba meracik makanan sehat, lomba mewarnai dan latihan mengajak sarapan dalam bahasa Jawa Timur-an untuk anak-anak.
“Virus ini akan kita terapkan paling tidak di lingkungan UNAIR. Sehingga membudayakan berolahraga dengan benar, dan hidup dengan sehat. Setelah launching ini sukses, baru kira bisa roadshow ke daerah-daerah dan wilayah lain di Indonesia,” ujar Annis. (*)
Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor : Nuri Hermawan





