Universitas Airlangga Official Website

BEM KM SIKIA Dukung Branding Wisata Banyuwangi

UNAIR NEWS – BEM KM SIKIA Universitas Airlangga Banyuwangi gelar kegiatan Airlangga Ethno Ecotourism (AEE). AEE merupakan kegiatan dengan tujuan branding Banyuwangi khususnya dibidang pariwisata, kebudayaan, & ekologi di kancah internasional.

Alfan Hidayat Kuswinarto selaku ketua pelaksana kegiatan mengungkapkan, kegiatan itu digelar serangkaian sejak Juli hingga Oktober mendatang. Rangkaian tersebut diawali dengan Webinar Internasional yang telah digelar selama dua hari, yaitu pada Sabtu (23/7/2022) dan Selasa (9/8/2022) lalu.

Alfan menjelaskan, konsep Webinar Day 2 itu difokuskan pada bahasan Rural Tourism Banyuwangi secara keseluruhan. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Hasan Basri selaku Dewan Kesenian Blambangan Banyuwangi sebagai pemateri.

Dalam materinya, beliau menyebutkan, wilayah desa sendiri memiliki potensi sebagai destinasi wisata berbasis komunitas yang berlandaskan pada kearifan lokal kultural masyarakatnya. Hal tersebut sebagai pemicu peningkatan ekonomi yang berprinsip gotong royong dan berkelanjutan. Oleh karenanya, konsep membangun dari pinggiran atau dari desa mampu mensejahterakan masyarakat Indonesia dengan menggali potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.

“Desa memiliki hak asal-usul serta hak tradisional dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Pemerintah tingkat desa memiliki otonomi mengelola sumber daya dan arah pembangunannya sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga destinasi wisata unggulan yang berada dibeberapa desa di Banyuwangi, atau kerap disebut Triangle Diamonds of Banyuwangi Tourism. Desa-desa tersebut memiliki destinasi wisata yang paling dicari-cari oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Ketiganya adalah Gunung Ijen yang berada pada desa tertinggi Kabupaten Banyuwangi, Pantai Pancur atau G-land Alas Purwo di Kec. Tegal Delimo, dan Pantai Sukamade yang merupakan destinasi ujung selatan Banyuwangi Kecamatan Pesanggaran.

“Ketiga wisata tersebut memiliki akses perjalanan yang dibatasi dalam proses kunjungannya, karena termasuk dalam kategori cagar alam yang dilindungi,” ungkapnya.

Sementara itu disisi lain, Alfan kembali menjelaskan, kegiatan itu akan dilanjutkan dengan perlombaan esai dengan sasaran mahasiswa lokal dan asing. Tema dari esai tersebut masih erat kaitannya dengan ekologi dan kebudayaan yang ada di Banyuwangi.

“Pemenang dari lomba akan mendapat reward full funded fieldtrip destinasi wisata Banyuwangi selama 4 hari 3 malam pada Oktober mendatang,” imbuhnya.

Alfan berharap, diadakannya acara itu mampu memberikan eksistensi lebih luas bagi SIKIA UNAIR serta ekologi & wisata yang ada di Banyuwangi. Oleh karena itu, besar harapan Alfan, kegiatan ini mampu berjalan lancar sesuai dengan timeline yang telah direncanakan.

Penulis : Azka Fauziya

Editor: Khefti Al Mawalia