UNAIR NEWS – Pembekalan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) kepada mahasiswa baru yang diselenggarakan secara offline pada Kamis, (10/11/2022) di Kampus Sobo Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga di Banyuwangi.
Titik Safitri S Pd selaku Kepala Sie Kesejahteraan Direktorat Kemahasiswaan (DIRMAWA Universitas Airlangga, menyebutkan bahwa pembekalan tersebut memiliki tujuan untuk dapat memberikan wawasan serta hak kepada penerima KIPK, baik pada segi akademik maupun non-akademik sebagai pertanggung jawaban di masa perkuliahan.
Seperti pada sisi akademik, Titik menegaskan hal lain, bahwa mahasiswa yang menerima beasiswa KIP-K diharuskan dapat bijak dalam mengelola keuangan selama diberikannya bantuan pendidikan dalam satu semester atau 6 bulan sekali.
“Pada sisi akademik, mahasiswa harus berprestasi sebagai penerima beasiswa tersebut, tidak hanya prestasi akademik saja. Mahasiswa harus dapat mengelola keuangan yang diterima setiap 6 bulan sekalinya,” tegasnya.
Tidak membatasi akan keuangan yang diterima mahasiswa penerima beasiswa KIP-K, namun Titik memberikan arahan jika uang yang diterima dibutuhkan mendesak untuk keperluan kuliah tidak dipermasalahkan. “Jika menggunakan uangnya untuk membeli kebutuhan mendesak gapapa, semisal membeli laptop. Tetapi bisa diprtimbangkan dengan uangnya untuk enam bulan atau satu semester itu, karena waktu tersebut cukup lama,” ungkap Titik.
Usai diberikannya pembekalan tersebut, Titik menjelaskan tidak ada mahasiswa yang mengalami kendala saat ini, namun kendala yang dimiliki saat calon penerima dalam proses seleksi berkas administrasi beasiswa KIP-K yang tidak sesuai karena data yang diinput akan tercakup dengan data kependudukan maupun Data Pokok Pendidikan (DAPODIK). Kebanyakan siswa tidak memperoleh informasi yang cukup, sehingga proses penginputan berkas administrasi salah, seperti tidak sesuainya nomor NIK dan NISN hal itu mempengaruhi. Karena KIPK berkorelasi dengan data kependudukan dan data DAPODIK.
“Dengan adanya SIKIA di Banyuwangi ini setidaknya dapat mumpuni tenaga-tenaga baru yang kemungkinan istilahnya mengalami kesulitan pembiayaan dalam berkuliah, nah untuk itu diharapkan dengan adanya beasiswa KIP-K, berkuliah disini dan lulus kuliah dapat berkontribusi ke masyarakat bisa lebih banyak dan bisa kembali ke masyarakat,” tutupnya.
Penulis: Midory Autake





