SURABAYA – HUMAS | Telaah teori dan metodologi yang diinisiasi oleh Koordinator Program Studi S3 Ilmu Sosial Dr. Phil. Toetik Koesbardiati, Dra. kembali berlangsung pada Senin (28/11). Kegiatan yang sering disingkat dengan “ToTeM” ini merupakan kuliah umum yang rutin diselenggarakan dengan mengundang para cendekiawan dari Indonesia maupun mancanegara.
ToTeM yang berlangsung pada akhir November 2022 ini menghadirkan seorang dosen dari Kalasalingam University India, yaitu Dr. Gurushankar Krishnamoorthy. Latar belakang keilmuan Dr Gurushankar adalah fisika. Meskipun nampak jauh dari ilmu sosial, sebenarnya kedua keilmuan ini dapat bersatu jika kita membahas tentang kesadaran sosial dalam dunia ilmiah modern. Para akademisi dari ilmu sosial dapat mengambil alih tugas tentang bagaimana membangun kesadaran masyarakat akan perkembangan dunia ilmiah.
Acara ToTeM berlangsung mulai pukul 19.00 WIB. Di sini Dr. Gurushankar menjelaskan beragam produk natural yang bermanfaat sebagai antikanker. “Secara historis, produk alami dari tanaman telah menjadi dasar dari sistem pengobatan tradisional. Menurut World Health Organization (WHO), perawatan kesehatan primer masih mengandalkan bahan alam dan sekitar 80% penduduk negara berkembang di dunia menggunakan bahan alam sebagai obat makanan (Red.),” tuturnya.
Assistant professor di Department of Physics ini menjelaskan bahwa contoh peran dominan produk alami dapat dilihat dalam 25 tahun terakhir, di mana 77,8 persen terapi kanker dari obat yang disetujui adalah produk alami atau berdasarkan produk alami atau meniru produk alami. Sebagai produk alami, flavonoid dianggap aman dan mudah didapat. Hal ini menjadikannya kandidat ideal untuk kemoprevensi dalam pengobatan klinis.
“Mereka yang makan setidaknya lima porsi apel atau pir per minggu memiliki risiko 23 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang makan buah ini kurang dari satu kali per bulan. Buah juga melindungi dari kanker. Laporan ahli AICR menemukan bahwa buah-buahan menurunkan risiko kanker mulut, kerongkongan, paru-paru dan perut,” lanjutnya.
Setelah pemaparan materi, kegiatan yang dimoderatori oleh Imam Yuadi, S.Sos., M.MT, Ph.D. ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Acara berakhir sebelum pukul 21.00 WIB. Ke depannya, ToTeM akan tetap diselenggarakan secara rutin, baik secara daring maupun hybrid (fry).
Kegiatan kuliah umum ini merupakan bentuk SDG ke-4 dari program PBB.
Sumber Berita: Website S3 Ilmu Sosial FISIP UNAIR




