UNAIR NEWS – Kumpul Komunitas Narasi di Universitas Airlangga (UNAIR) bertajuk Indonesia Butuh Anak Muda telah sukses terselenggara di Airlangga Convention Center pada Jumat (2/12/2022). Kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM UNAIR bersama dengan Komunitas Narasi ini menghadirkan Najwa Shihab SH LLM dan Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak sebagai pembicara. Selain itu, hadir pula Azevedo Andovireska Adikare da Lopez SH selaku pemandu acara.
Alasan Indonesia Membutuhkan Anak Muda
Najwa membuka acara dengan memaparkan sejumlah alasan bahwa anak muda sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Salah satu alasannya yaitu karena sejak awal, anak muda selalu ada dalam setiap peristiwa penting di Indonesia. Misalnya dalam peristiwa sumpah pemuda, Rengasdengklok, hingga penyusunan naskah proklamasi.
Selain itu, anak muda juga hadir sebagai roda perkembangan zaman. Hal ini dikarenakan hanya anak muda yang menyadari bahwa berbeda itu adalah hal biasa. Terlebih, anak muda tidak mudah termakan hoaks.
Tiga Macam Anak Muda di Indonesia
Najwa menyebutkan bahwa ada tiga macam anak muda yang ada di Indonesia. Yang pertama yaitu anak muda yang paham politik, yang kedua yaitu anak muda yang apolitis, dan yang ketiga yaitu anak muda yang sok tahu politik.
“Anak muda yang apolitis biasanya menganggap bahwa politik adalah perilaku kolektif yang buruk. Padahal politik sebenarnya adalah sesuatu yang dipilih untuk dilakukan atau tidak dilakukan, bukan hanya ketika kita memilih saja atau politik praktis saja,” terang Najwa.
Selanjutnya, Najwa menjelaskan bahwa anak muda yang sok tahu politik cenderung mudah untuk ditanamkan fanatisme. “Mereka mudah untuk dibelah-belah identitasnya yaitu dengan nggak malu untuk mendeklarasikan dirinya mendukung A, B, ataupun C”
Anak Muda Harus Bergerak
Najwa menegaskan bahwa anak muda harus mau bersuara. “Kalau kalian ingin didengar, maulah bersuara. Jangan mau suara kalian hanya dihargai lima tahun sekali,” jelasnya,
Terakhir, Najwa juga menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah RI tidak akan mungkin bisa mengakomodir seluruh keinginan anak muda. Sehinga anak muda diminta untuk tidak terlalu banyak berekspetasi, melainkan bergerak sendiri. “Karena mencintai Indonesia adalah dengan menamatkan persoalannya,” pungkasnya. (*)
Penulis : Tristania Faisa Adam
Editor : Binti Q Masruroh





