UNAIR NEWS – Setelah mendapatkan medali perunggu di Universitas Negeri Surakarta Cup X se-Asia Tenggara, kali ini UKM Karate Do kembali membawa dua medali emas dan tiga medali perunggu pada kejuaraan Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) ke XV. POMDA XV berlangsung pada 10-11 Mei lalu bertempat di Gedung Olahraga Pertamina, Universitas Brawijaya, Malang.
Lima medali tersebut diperoleh oleh sepuluh kontingen yang didelegasikan. Mereka adalah Hans Syahputra yang meraih emas pada Kelas KATA perorangan Putra, Ainur Rachma yang meraih emas pada Kelas Kumite Perorangan -68 Kg Putri, Yunara Satriva yang meraih perunggu pada Kelas Kumite Perorangan -50 Kg, Farah Diba Nur Fanani yang meraih perunggu pada Kelas Kumite Perorangan -61 Kg, dan Nabila Dara Wungsu yang meraih perunggu pada Kelas Kumite Perorangan +68 Kg Putri.
Dalam mempersiapkan kompetisi, terhitung dua kali dalam seminggu para atlet memanfaatkan waktu untuk latihan fisik. Porsi latihan yang tidak begitu intensif nyatanya tak membatasi atlet untuk berprestasi. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh ketua UKM Karate Do 2017 Tito Frandiansyah Putra Gandi.
“Latihan sebelum pertandingan di student centre (SC) tidak begitu intensif, hanya dua kali dalam seminggu dan terhitung tiga mingguan latihan di kampus. Tapi saya tekankan kepada atlet bahwa latihan tidak hanya di satu tempat, bisa dimana saja asalkan semangat, pantang menyerah, disiplin waktu, dan disiplin diri sendiri,” ujar Tito yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis tahun angkatan 2015.
Pengalaman berbeda datang dari Hans Syahputra. Tiga hari sebelum kejuaraan ini, Hans terlibat dalam kompetisi South East Asia Karate Federation Karate Championship 2017 (SEAKF 2017) di Semarang dan mengantongi medali perak. Sehingga, untuk menghadapi POMDA 2017, Hans cukup dengan melakukan latihan ringan.
“Karena sebelumnya selama tiga minggu saya mengikuti SEAKF 2017 di Semarang. Jadi untuk persiapan POMDA yang berlangsung tiga hari itu, saya hanya latihan ringan untuk menjaga stamina saja. Soalnya jadwalnya sudah mepet,” ujar Hans.
Sebagai salah satu UKM yang menjadi lumbung prestasi, Tito berharap UKM Karate Do dapat memperbanyak prestasi melalui beragam kejuaraan yang diikuti. Ia juga berharap, UKM Karate Do dapat membuat kegiatan tingkat nasional yang menjadi impian dalam dua tahun ini.
“Selain sebagai lumbung prestasi, UKM Karate Do juga punya mimpi yaitu dapat membuat kegiatan tingkat nasional yang dua tahun ini belum terwujud,” imbuhnya. (*)
Penulis : Disih Sugianti
Editor : Binti Q. Masruroh





