Universitas Airlangga Official Website

Tatar Muslims in Eastern Europe: The Face of the Ethnic-Religion Community in Changing Society Pembahasan Akhir Dari Rangkaian Guest Lecture 

SURABAYA – HUMAS | Pada Jum’at (10/2/2023), FISIP UNAIR menyelenggarakan kegiatan guest lecture dengan tema “Tatar Muslims In Eastern Europe: The Face of the Ethnic-Religion Community in Changing Society’” dengan mengundang Dr. Elo Süld dari University of Tartu. Tema ini menjadi pembahasan akhir dari rangkaian guest lecture in religion islam 2 class & in cognititive anthropology class. Kegiatan kuliah tamu ini dilaksanakan secara offline di Ruang Adi Sukadana FISIP UNAIR dengan dihadiri oleh para mahasiswa Antropologi 2021.  

Kegiatan diawali dengan sambutan dan pembukaan dari dosen Antropologi Dr. Sri Endah Kinasih, S.Sos., M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Antropologi Hukum. Dalam kuliah tamu ini, Dr. Elo Süld menjelaskan bagaimana sejarah perkembangan berbagai komunitas muslim di daerah Eropa Timur dan bagaimana komunitas ini mengalami perubahan di era saat ini. Dr. Elo Süld memulai pembahasan dengan menjelaskan bahwa Islam bukan hanya sebuah ide klasikal sebab setiap komunitas Islam memiliki interpretasi sendiri. Salah satunya komunitas Tatar muslim yang alih-alih mengatakan diri mereka seorang muslim, mereka mengatakan diri mereka seorang Tatar. 

Komunitas Muslim Tatar merupakan minoritas budaya muslim yang tinggal di wilayah Rusia, termasuk bagian tengah Volga, Ural, Siberia, Kazakhstan, Asia Tengah, dan Timur Jauh. Saat ini, Kakek-nenek pembawa budaya Tatar mulai meninggalkan komunitas ini sehingga banyak generasi  muda yang tidak lagi terlalu mengasosiasikan budayanya dengan Islam. Muslim dari Arab, Timur Tengah, dan Afrika Utara tidak menganggap kepercayaan dan kebiasaan Tatar sebagai kebiasaan Muslim yang “sejati”. Islam yang mereka pahami hanyalah sekadar kebudayaan yang bersifat kekeluargaan semata. Pengaruh Islam modern serta literatur agama baru yang menyebar berkat dukungan Arab Saudi semakin membuat perubahan pada komunitas muslim Tatar ini. 

Penjelasan terkait perubahan komunitas muslim ini menarik perhatian para mahasiswa Antropologi 2021. Anis dan Umay yang ikut serta dalam kuliah tamu ini mengungkapkan bahwa mereka merasa mendapat ilmu menarik yang belum mereka ketahui. “Aku baru pertama kali denger banget tentang tartar muslim ini, tadi dijelasin tentang sejarah dan perkembangannya sangatlah menarik,” ucap Umay. Berbeda dengan Umay, Anis menyoroti pada hal muslim Bulgaria. “Ibn Fadln ternyata dia menerapkan etnografi dengan mengamati komunitas muslim di Bulgaria, aku baru tahu ternyata di Bulgaria itu dulunya muslim,” ungkap Anis saat mengatakan hal yang menarik dari kuliah tamu ini. 

Artikel ini memuat poin ke-4 dan ke-16 Sustainable Development Goals (SDGs) PBB. (SAR)