Universitas Airlangga Official Website

Donor Darah, BEM FKM UNAIR Gandeng PMI Surabaya

Peserta Donor Darah BEM FKM UNAIR pada Sabtu (21/5/2023) (Foto: Muhammad Badrul Anwar)

UNAIR NEWS – Departemen Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar donor darah pada Sabtu (20/5/2023). Untuk tahun ini, acara itu terbuka bagi seluruh civitas akademika UNAIR dan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya.

Diva Titania Hardiani, penanggung jawab kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa donor darah terjadwal dua kali dalam satu tahun kepengurusan. Selain salah satu program kerja, acara itu juga sebagai bentuk pengabdian BEM FKM kepada masyarakat.

“Sesuai dengan nama departemen kami, jadi kami di sini berusaha untuk memaksimalkan sumber daya yang ada agar dapat membantu masyarakat dan donor darah ini sebagai salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Diva menyebut bahwa kali ini sasaran donor semakin meluas, yakni seluruh civitas akademika UNAIR. Biasanya, donor darah hanya menyasar civitas akademikan FKM saja.

“Ada saat tertentu kami juga membuka pendaftaran untuk mahasiswa Universitas Airlangga secara umum. Dalam artian umum disini adalah mahasiswa dari fakultas lain, ya. Jadi bukan benar-benar umum,” lanjutnya.

Meskipun menetapkan target jumlah pendonor, BEM FKM sendiri tidak berpatok pada target itu. Diva mengaku bahwasannya siapapun yang ingin berpartisipasi dan berbaik hati untuk mendonorkan darahnya maka bisa menerima layanan. 

“Untuk target jumlah peserta pastinya ada, ya. Namun, kami tidak berpatokan dengan itu karena kami merasa bahwa tidak ada batas kuota untuk siapapun yang memiliki niat baik membantu sesama,” sambungnya.

Pemeriksaan Kesehatan

Saat mendaftar pun, calon pendonor tidak bisa langsung melakukan donor darah. Pendonor harus melalui pemeriksaan kesehatan agar bisa benar-benar melakukan pendonoran. “Sebelum donor darah pastinya ada proses screening kesehatan. Beberapa peserta yang sudah mendaftar terkadang malah tidak lolos screening kesehatan sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan donor darah.”

Diva menjelaskan bahwa proses pemeriksaan tersebut penting untuk dilakukan guna mencegah kemungkinan hal-hal buruk yang dapat terjadi. Kegiatan itu pasti menginginkan jumlah pendonor melimpah, akan tetapi kesehatan pendonor tidak kalah penting.

“Padahal sudah ada niat, tetapi bagaimana lagi jika keadaan tidak memungkinkan. Nah, kalau sudah seperti itu dari kami juga pasti akan memaklumi dan terus memberikan semangat semoga para partisipan tersebut bisa mendapat kesempatan untuk melakukannya di lain waktu,” jelasnya.

Dengan kegiatan ini, Diva mewakili BEM FKM UNAIR berharap mereka dapat turut berkontribusi untuk membantu masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk promosi bahwa kegiatan donor darah adalah kegiatan yang baik dan sangat berarti bagi yang membutuhkan. (*)

Penulis: Muhammad Badrul Anwar

Editor: Nuri Hermawan

Baca Juga: Semarakkan Harkitnas, UNAIR Gelar Senam Pagi dan Jalan Sehat