Universitas Airlangga Official Website

Career Talk ILSA: Belajar Bagaimana Cara Menjadi Pengacara yang Baik

Humas (11/5/2023) | Menjadi seorang pengacara yang baik bukanlah hal yang mudah. Beberapa skill yang dibutuhkan oleh pengacara adalah untuk berbicara secara lugas dan untuk memiliki pilihan atau keputusan hukum yang baik. ILSA melihat hal ini sebagai sebuah hal yang harus dipromosikan, karena merupakan dua skill yang mahasiswa mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airlangga perlu. Mengenai hal ini, ILSA kemudian membuat sebuah webinar yang membahas soal karir, terutama di bidang kepengacaraan. Webinar tersebut diberi nama “Career at Law Firm: Learn to be Outspoken and Make a Good Legal Decision” 

Perbincangan karir yang digubah oleh ILSA ini mendatangkan Michael Tardif dan Ari Bessendorf sebagai pembicaranya. Keduanya merupakan konsultan hukum asing di Ginting & Reksodiputro Law Firm yang berasosiasi dengan Allen & Overy Law Firm. Acara ini dipandu oleh Bayu Arrasya sebagai MC dan Alldeira Lucky Syawalayesha selaku Moderator. Acara ini merupakan acara yang rutin dilaksanakan oleh ILSA. 

Career Talk dimulai dengan pembukaan, lalu dilanjutkan dengan sesi materi. Kedua pembicara memberikan materi secara bersamaan. Materi yang mereka sampaikan di awal mungkin tidak terlihat sesuai dengan judul webinar, namun lambat laun audiens akan sadar bahwa Tardif dan Bessendorf mengambil tema yang sangat berelasi dengan perkembangan hukum Indonesia. Tardif dan Bessendorf membawakan tema awal berjudul “Project Financing Basics: An Exploration of Non-Recourse Funding”. Dari tema awal itu, topik-topik baru dikembangkan, seperti tipe project apa yang lumrah diambil di Indonesia apabila ingin terjun ke sektor non-recourse funding 

Tardif dan Bessendorf mengatakan bahwa di dalam pembiayaan proyek ada hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu: leverage dan non-recourse, risk allocation, share & asset security, debt, dan equity. Hal-hal tersebut harus diperhatikan oleh pengacara yang ingin membela client di sengketa ekonomi dan hukum transaksional. Peran pengacara dalam hal keuntungan adalah memaksimalkan uang yang ada agar client tidak kehilangan lebih banyak dan agar dia mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin. Maka dari itu, meski perannya tidak terlihat secara langsung, sebetulnya pekerjaan pengacara sangat penting. 

Tardif dan Michael kemudian memberikan tips kepada para partisipan untuk tetap belajar, terus menjadi pribadi yang open minded, dapatkan nilai sebagus mungkin di perkuliahan, dan yang paling penting adalah beradaptasi sebaik mungkin. Webinar kemudian dilanjutkan dengan sesi QnA, penutupan, dan pemberian sertifikat. Partisipan di ruang zoom kali ini sangatlah tertarik dengan topik yang disajikan karena pembicara yang diundang merupakan pembicara kelas dunia. Peserta yang berjumlah 110 itu dari awal hingga akhir zoom setia mendengarkan materi yang diberikan pembicara. 

 

Penulis: Alldeira Lucky Syawalayesha