Universitas Airlangga Official Website

Workshop Confocal Laser Scanning (Advanced Fluorescence Imaging Technicques Using CLSM) Gelombang II

 136 total views

Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan keahlian para dosen agar dapat mengikuti perkembangan teknologi yang berkaitan dengan keilmuan dibidang teknologi penelitian laboratorium,  maka pada hari Sabtu, tanggal 6 Mei 2023, Fakultas Kedokteran Hewan Unair mengirimkan sebanyak 10 orang delegasi dosen dalam rangka mengikuti kegiatan Workshop Confocal Laser Scanning pada Pemeriksaan Laboratorium (Advanced Fluorescence Imaging Technicques Using CLSM) Gelombang II.  Workshop ini dilaksanakan di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya. Workshop ini dilakukan secara hybrid, online dan offline, dimana pemaparan teori telah dilaksanakan sebelumnya secara online pada hari Rabu tanggal 4 mei 2023.

 

Confocal Laser Scanning merupakan metode pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan mikroskop sebagai alat yang menggunakan  teknik pewarnaan fluoresen untuk membuat objek dipilih terlihat. CLSM memiliki kelebihan dibandingkan dengan mikroskop electron diantaranya obyek bisa diambil dari spesimen hidup yang utuh, tebal, dengan persiapan sampel minimum. Workshop Confocal Laser Scanning ini terdiri dari 2 tahapan proses, meliputi Prosedur Pewarnaan Mitokondria pada Kultur Sel dan Prosedur Pewarnaan Actin pada Kultur Sel. Pewarnaan mitokondria dilakukan dengan kondisi sel yang masih hidup baru kemudian dilakukan stain (pewarnaan). Metode life cell imaging digunakan untuk mengamati apakah sel obyek masih  hidup atau tidak, dengan melihat pergerakannya. Pewarnaan pada mitokondria bisa dengan menggunakan single staining maupun double. Hasil yang didapat dari pewarnaan mitokondria dan pewarnaan actin selanjutnya diperiksa dengan menggunakan Mikroskop Confocal yang terhubung dengan komputer sehingga hasil yang didapat dapat dianalisis. Analisis yang didapat berupa gambar visual dan dalam bentuk semikuantitatif berupa angka yang menunjukkan intensitas ekspresi pendaran (bukan jumlah). Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat aktivitas mitokondria. Banyak sedikitnya mitokondria yang tervisualisasi menunjukkan aktivitasnya yang meningkat. Dalam satu kali pemeriksaan bisa didapatkan hasil dari preparat yang tanpa pewarnaan fluorescence (DIC/Difference Interference Contrast), dengan fluorescence dan gabungan dari keduanya (superimpose) Sehingga pada satu layar monitor bisa dilihat 3 hasil gambar visual. Pemeriksaan ini juga bisa digunakan untuk mengukur intensitas pada jaringan (satu lapang pandang) atau hanya pada satu sel saja. Intensitas pendaran warna ini dihitung dalam satuan arbitrari unit (AU). Pada jaringan, pewarnaan dengan immunofluoresence bisa diamati slice by slice. Metode pemeriksaan dengan CLSM juga bisa digunakan untuk pemeriksaan cytokine, caspase, stem cell, maupun study toksisitas (Gracia A Hendarti/FKH Unair).