UNAIR NEWS – Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) sekaligus Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak, berbicara tentang pentingnya isu pendidikan dalam memajukan bangsa. Hal tersebut ia sampaikan dalam diskusi bertajuk “Rektor Berbicara Untuk Indonesia Emas 2045” oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada Selasa (6/6/2023) di Gedung Bappenas Jakarta.
“Emas kita bukan lagi emas hasil tambang seperti tahun-tahun lalu, emas kita sekarang adalah kreativitas. Sesungguhnya kemajuan suatu bangsa akan ditandai dengan emas-emas yang berbentuk inovasi-inovasi,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berbicara mengenai isu tenaga kerja, utamanya tentang informasi sisi suplai pasar tenaga kerja. Menurutnya, terdapat ketidaksinambungan antara suplai dan permintaan tenaga kerja di Indonesia. Padahal, perguruan tinggi telah menghasilkan ahli-ahli yang mumpuni untuk mengambil bagian dalam kemajuan Indonesia.
“Kalau Indonesia mau menuju Innovation based Economy, bagi kami para rektor, aspek sumber daya manusia dan pendidikan itu harus menjadi catatan dan pertimbangan utama,” tambahnya.
Prof Nasih mencoba mengelaborasikan Indonesia dengan beragam negara maju. Jelasnya, banyak negara maju yang berkorban di awal untuk menciptakan kualitas manusia yang baik dan terdidik. Kelak, investasi pada sektor Sumber Daya Manusia (SDM) itulah yang justru berkontribusi besar dalam kemajuan sebuah negara.
RPJPN 2025-2045
Hadir pula dalam diskusi itu, Menteri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa. Acara itu juga dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.
“Bagian dari proses mengangkat dan menghapuskan kemiskinan adalah proses untuk menciptakan Indonesia yang adil. Karena kalau tidak dibingkai dengan keadilan, pertumbuhan ekonomi kita bagus, tapi yang bagus yang kalangan atas,” ungkap Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR tersebut.
Mengenai SDM, ia pun menginginkan transformasi peningkatan kualitas guru, utamanya dalam aspek kesejahteraan guru. Setelah kualitas guru diperbaiki, maka berlanjut pada optimalisasi fasilitas pendidikan. Menurutnya, kurangnya fasilitas pendidikan di Indonesia menjadi salah satu sandungan bagi hadirnya SDM yang mumpuni. (*)
Penulis: Afrizal Naufal Ghani
Editor: Nuri Hermawan
Baca Juga: UNAIR Terima Penghargaan Anugerah Merdeka Belajar 2023





