SURABAYA – ADM WEB | Prestasi gemilang tak henti-hentinya diraih oleh para mahasiswa FISIP UNAIR. Kali ini, Irene Diana Esmeralda yang merupakan mahasiswa Administrasi Publik angkatan 2021 berhasil dinobatkan sebagai Duta Anti Narkoba Kabupaten Sidoarjo (DANS) 2023. DANS merupakan organisasi di bawah naungan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) Sidoarjo yang memiliki tujuan untuk mengabdi kepada masyarakat dengan menyuarakan pesan anti narkoba sebagai tindakan pencegahan melalui berbagai program kerja yang dibuat.
Perempuan yang kerap disapa Irene tersebut menyebutkan alasan dirinya mengikuti seleksi pada awalnya adalah untuk menambah pengalaman. “Aku melihat DANS ini bukan Duta yang semata mengandalkan penampilan fisik saja sebagai poin utama. Jadi tentu alasanku mendaftar karena ingin mengasah pengalaman berorganisasi sekaligus agar bisa bermanfaat bagi sesama. Lebih jauh berkontribusi dan mengabdi untuk negara melalui talenta yang aku punya,” ujarnya.
Tentunya, pencapaian tersebut tidak dapat dilepaskan dari proses panjang yang dilalui oleh Irene. Terdapat tiga tahapan seleksi yang harus dilewatinya. Pertama,seleksi berkas dan tes tulis. Kedua, dilakukan MOU (Memorandum of Understanding) antara peserta pemilihan, Ikatan DANS, dan BNN Kabupaten Sidoarjo serta tes editing foto maupun video. Terakhir, tes wawancara dan tes minat bakat. Saat tes minat bakat, Irene menyatakan ia menampilkan salah satu keahliannya yaitu story telling.
Irene mengaku dengan mengikuti seleksi tersebut ia memperoleh banyak pengalaman dan pelajaran baru dari berbagai pihak. “Dari sana lah aku belajar banyak hal tidak hanya tentang wawasan narkoba, namun juga public speaking, hospitality, hingga pageant karena di sini kami juga dilatih bagaimana untuk senantiasa tampil on point dengan make up yang menunjang, cara jalan (catwalk), dan cara pembawaan diri di depan khalayak umum,” ungkapnya.
Atas pencapaiannya tersebut, Irene telah mengharumkan nama baik FISIP UNAIR. Mahasiswa Administrasi Publik itu berpesan kepada para mahasiswa untuk mulai mengembangkan potensi dan passion yang dimiliki meskipun dari langkah sekecil apapun. “Jadi agent of change itu tidak perlu muluk-muluk kok. Ingat bahwa hal besar selalu dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan konsisten dan sepenuh hati,” ujarnya.
“Kalau ada kesempatan untuk berkontribusi bagi negara, tidak ada salahnya diambil. Mahasiswa sudah seharusnya peduli dan mengabdi bagi bangsa ini. Belajar sebanyak-banyaknya jangan takut gagal, harus pantang menyerah, dan tetap semangat,” pungkasnya.
Artikel ini mencerminkan poin 4 Quality Education dan poin 16 Peace, Justice, and Strong Institutions Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan PBB. (SA).




