SURABAYA – WEB ADM | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga segera adakan Airlangga Conference on European and Eurasian Studies (ACEES) pada November mendatang. Pada November 2022, FISIP UNAIR telah meresmikan Pusat Studi Eropa dan Eurasia. Menindaklanjuti ini, FISIP UNAIR melihat bahwa perlu adanya diskusi lanjutan mengenai dampak perang Rusia dan Ukraina pada Indonesia dan negara-negara non-barat lain.
Isu perang Rusia dan Ukraina pun masih ramai mengundang diskusi. Itu sebabnya, FISIP UNAIR berinisiasi untuk membuat konferensi mini berskala internasional mengenai perang Rusia dan Ukraina dari sudut pandang negara-negara non-barat. Tujuan dari konferensi ini adalah memberi ruang untuk bersuara bagi negara-negara non-barat yang selama ini belum pernah duduk berdampingan untuk diskusi bersama.
Konferensi ini akan diadakan secara hybrid, dimana akan dilaksanakan secara luring dan daring serta dalam lingkup diskusi akademik dan diskusi kebijakan. Dalam mewujudkan ACEES, FISIP UNAIR telah mencari berbagai mitra, baik dari dalam maupun luar negeri, seperti asosiasi dan organisasi. Menanggapi ini, beberapa mitra pun telah melakukan kesepakatan dengan FISIP UNAIR. Lebih lanjut, FISIP UNAIR juga telah menghubungi beberapa pembicara yang nantinya akan memeriahkan diskusi.
Radityo Dharmaputra, S.Hub.Int., M.Hub.Int., dosen Hubungan Internasional mengharapkan mahasiswa FISIP UNAIR dapat turut serta dalam ACEES. “Ini sebenarnya untuk mahasiswa. Topik ini adalah topik yang terjadi di luar sana, yang dapat dilihat dari banyak sisi. Jadi, tidak hanya prodi Hubungan Internasional saja yang bisa berkomentar, harusnya mahasiswa prodi lain pun bisa berkomentar tentang isu ini. Selama ini, masalahnya adalah banyak yang tidak tahu dan tidak mau tahu. Harapannya, konferensi ini bisa membuka wawasan mahasiswa dan bisa saling berjejaring juga,” ujarnya.
ACEES membawa harapan bagi FISIP UNAIR agar dapat menjembatani antara diskusi akademik dan diskusi kebijakan serta menjadi tempat bertemunya banyak sudut pandang keilmuan dan negara-negara yang berbeda. Tak hanya itu, harapannya FISIP UNAIR dapat menambah mitra untuk kegiatan dan konferensi selanjutnya, sekaligus menguatkan hubungan dengan mitra yang telah ada.
Artikel ini merefleksikan poin ke-4 dan 16 Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Quality of Education dan Peace, Justice, and Strong Institutions. (AA)




