n

Universitas Airlangga Official Website

Staf Kependidikan UNAIR Harus Berwawasan Global

Ilustrasi
Ilustrasi UNAIR News

UNAIR NEWS – Staf kependidikan turut menjadi tumpuan kemajuan Universitas Airlangga. Di tengah amanah pemerintah kepada UNAIR untuk menembus persaingan global, staf kependidikan UNAIR juga dituntut untuk berwawasan global.

“Saya berharap kita (tenaga kependidikan) sudah mulai berubah. Kita tidak hanya berkutat dengan persoalan administrasi tetapi menjadi bagian dari sumber daya manusia yang ikut memajukan UNAIR dari aspek mana pun,” tutur Direktur Sumber Daya Manusia Dr. Purnawan Basundoro, M.Hum., ketika diwawancarai reporter UNAIR News.

Menurut Purnawan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung peningkatan kualitas SDM staf kependidikan. Di antaranya adalah kelas bahasa asing dan pertukaran staf ke universitas di luar negeri.

Pada program kelas bahasa asing, Direktorat SDM tengah menyelenggarakan kursus bahasa Prancis untuk para pegawai di lingkungan UNAIR yang berminat.

“Awalnya, kita kedatangan tamu Prancis yang ingin belajar Bahasa Indonesia. Kita manfaatkan keahliannya untuk memberikan pelatihan Bahasa Prancis. Akhirnya, kita formalkan. Kita ingin tidak hanya dosen yang mengikuti tetapi juga tendik (tenaga kependidikan),” terang Purnawan.

Dosen Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UNAIR itu mengatakan, pihaknya tak menutup kemungkinan untuk menyelenggarakan kursus bahasa asing lainnya. Kebijakan ini bergantung pada permintaan dan kebutuhan tenaga kependidikan.

Ia menambahkan, penyelenggaraan kursus bahasa asing ini diperlukan bagi staf kependidikan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa. Terlebih, UNAIR banyak diminati mahasiswa luar negeri dan sering kali kedatangan tamu asing.

Ketika staf kependidikan sudah memiliki bekal bahasa asing, mereka tak akan ragu untuk bergaul dengan komunitas yang lebih luas. Rencananya, pada Oktober tahun ini, pihak SDM akan mengirimkan sekitar sepuluh pegawai UNAIR ke Universitas Chulalongkorn, Thailand.

Tujuannya, untuk belajar tentang manajemen pengelolaan perguruan tinggi dari universitas terbaik.

“Saya berharap pegawai belajar banyak tentang etos kerja dari luar negeri juga bagaimana mengelola universitas dari aspek manajemen. Sebab, ke depan, tendik (tenaga kependidikan) harus berperan pesat,” terang Purnawan.

Sebelum dikirimkan ke luar negeri selama dua pekan, para pegawai yang berasal dari beragam unit kerja diminta untuk membuat proposal dan rencana kerja. Harapannya, ketika mereka sudah kembali ke UNAIR, para pegawai bisa memberikan sekaligus menerapkan kemampuan terbaik untuk meningkatkan kualitas pengelolaan manajemen universitas.

“Kita sedang belanja pengetahuan. Semua tendik harus bisa berpikiran global. Yang penting kita memperbaiki kualitas diri, mampu berdiskusi dan berkomunikasi dengan rekan kerja di luar negeri,” pungkas Direktur SDM.

Penulis: Defrina Sukma S

Editor: Nuri Hermawan