UNAIR NEWS – Januar Firmansyah, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga, kembali menorehkan prestasi. Kali ini dia berhasil menyabet juara II LKTI Show Your Talent 2023 oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter Hewan (HMPDH) Universitas Nusa Cendana.
Tentang Ra-Care
Mahasiswa yang akrab disapa Januar tersebut mengungkapkan kejadian rabies di Indonesia yang terus meningkat belum diimbangi dengan pengetahuan masyarakat terkait infeksi itu. Sebagian masyarakat Indonesia masih awam untuk mengetahui gejala klinis orang yang terkena rabies. Sehingga Januar membuat Ra Care sebagai penanggulangan masyarakat untuk mencegah rabies.
“Sebenarnya Ra-Care ini merupakan sistem perangkat lunak yang dikemas dalam bentuk aplikasi sebagai pendukung agar dapat dijangkau oleh semua masyarakat,” ungkapnya.
Ra-Care merupakan suatu model pemantauan layanan kesehatan yang sifatnya mirip seperti sensus. Aplikasi itu secara spesifik mengetahui prevalensi masyarakat atau hewan yang memiliki gejala klinis ataupun terindikasi rabies. Tersedia berbagai fitur bermanfaat untuk masyarakat seperti adanya informasi mengenai Vaccine Recommend, hingga informasi yang perlu diperhatikan jika memelihara hewan kesayangan yang berisiko menularkan rabies.

Integrasi Layanan Kesehatan Berbasis One Health
Januar mengatakan sistem integrasi layanan kesehatan merupakan strategi penting untuk memperbaiki proses dan layanan kesehatan di masyarakat. Yang mana sesuai dengan prinsip One Health. Dengan mengkolaborasikan sistem kesehatan Manusia, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Lingkungan lewat penerapan motto Manusya Mriiga Satwa Sewaka.
“Ra-Care ini akan mensejahterakan manusia melalui kesehatan hewan agar terciptanya layanan kesehatan yang terintegrasi di masa depan,” katanya.
Menyasar masyarakat di daerah darurat rabies, integrasi layanan menjadi strategi dalam memperbaiki proses dan layanan kesehatan masyarakat. Khususnya secara cepat dan terpadu. Oleh karena itu pemahaman konsep itu harus dimiliki oleh lembaga terkait dari tingkat pusat hingga daerah. Sehingga manfaat pelayanan kesehatan untuk mengetahui prevalensi rabies di masyarakat setempat dapat segera terealisasikan.
“Data tersebut dapat diolah oleh pemerintah. Masyarakat sendiri mereka lebih dapat mengetahui bahaya dari rabies, hewan penular rabies. Hingga pentingnya vaksin rabies bagi manusia maupun hewan,” ujar mahasiswa berprestasi 2 SIKIA UNAIR tahun 2022 tersebut.
Januar berharap lewat gagasan pada kompetisi yang diumumkan pada Senin (16/7/2023) itu tak hanya menjadi sebatas inovasi belaka. Namun dapat menjadi sinergitas pemerintah dan akademisi untuk lebih memperhatikan pelayanan kesehatan masyarakat dari Sabang sampai Merauke di masa mendatang.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Feri Fenoria





