Universitas Airlangga Official Website

Menelisik Lebih Lanjut Crisis Recovery di Asia: The 4th International Hybrid Conference on Law Governance and Globalization (ICLGG)

Humas (2/8/2023) | Negara-negara di Asia, baik berkembang maupun terbelakang, mengalami dampak krisis secara tidak proporsional. Setidaknya ada tiga permasalahan signifikan yang semakin meningkat akibatnya: perubahan iklim, isu gender, dan tantangan implementasi SDGs di tingkat lokal dan nasional. Perubahan iklim dipengaruhi oleh degradasi lahan, rumah kaca, dan emisi tinggi, yang juga menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati. Isu gender terkait dengan meningkatnya kehilangan pekerjaan perempuan dan kekerasan terhadap mereka. Tantangan implementasi SDGs mencakup keterbatasan data, kurangnya kemauan politik, lemahnya kapasitas dan pengetahuan teknis, serta mekanisme yang tidak memadai. Meskipun begitu, negara-negara harus terus berupaya menerapkan SDGs untuk melawan dampak buruk dari krisis global demi kesejahteraan bersama. 

Melalui ”The 4th International Hybrid Conference on Law Governance and Globalization (ICLGG 2023) hal-hal yang disebutkan di atas dibahas secara mendalam. Dengan menghadirkan pembicara internasional termasuk Prof. Bruce Wardaugh dari Durham University, Prof. Jean Allain dari Monash University, Prof. Nurul Barizah dari Universitas Airlangga, dan juga Prof. Ian Fox-Williams dari Coventry University pada hari pertama; dan juga presentasi paper yang sebelumnya telah dibuka pengumpulan untuk umum, ICLGG membahas tuntas soal Sustainable Development Goals (SDGs) dan penanganan pemerbaikan krisis di Asia.  

Konferensi ini dilaksanakan selama 2 hari dari hari Rabu (2/8/2023) sampai dengan hari Kamis (3/8/2023). ICLGG hari pertama dimulai dengan agenda registrasi serta coffee break, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Iman Prihandono, PhD selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Wakil Rektor FH Unair, dan Intan Soeparna selaku Direktur Program ICLGG. Pada sambutannya, dekan dari Universitas Airlangga juga mengatakan, ” Selama konferensi ini berlangsung, kita akan berkesempatan mendengarkan pandangan berharga dan pengalaman dari para ahli, sarjana, pembuat kebijakan, dan praktisi terkemuka. Kita akan terlibat dalam diskusi bermanfaat, bertukar gagasan inovatif, dan mengidentifikasi solusi yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi tantangan yang kita hadapi di Asia dan di seluruh dunia,” 

ICLGG kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan oleh plenary speakers. Setelahnya dilanjutkan dengan presentasi paper oleh para penulis. Kebanyakan tema yang diangkat oleh para penulis pada hari pertama ICLGG adalah tentang manusia, gender, lingkungan, atau bahkan pertanahan. Kemudian setelah presentasi paper dilaksanakan, diadakan penutupan. 

ICLGG adalah salah satu sarana bagi para akademisi untuk menyatukan pikiran, tulisan, dan juga ide-idenya demi mewujudkan dunia yang lebih baik. Maka dari itu sangat besar sigifikansinya untuk dunia pendidikan, utamanya pada dunia perkuliahan ini. Intisari dari ICLGG hendaknya juga diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan sehingga tercipta manfaat yang diharapkan. 

Penulis: Alldeira Lucky Syawalayesha