Universitas Airlangga Official Website

Perjalanan CEO Baba Rafi Sukses Kelola Bisnis Kebab Turki

CEO Baba Rafi Hendy Setiono
CEO Baba Rafi Hendy Setiono

UNAIR NEWS – CEO Baba Rafi Hendy Setiono membagikan cerita pengalaman pribadinya sukses kelola bisnis kebab Turki. Awalnya, ia mengunjungi sejumlah tempat di Timur Tengah dan mencicipi sejumlah makanan di sana.

Pada 2003, Hendy akhirnya membuka gerobak kebab Turki. Tepatnya saat ia masih duduk di bangku kuliah.

“Meski awalnya gerobak putih saya sering dikira orang jualan martabak, namun saya mencoba mencari inovasi lain agar jualan saya ini punya ciri khasnya sendiri,” katanya.

Alumnus ITS itu menyampaikan bahwa membuka bisnis harus mempunyai ciri khas dibanding dengan orang lain. Dengan begitu, orang-orang dapat mengenal brand. Hal tersebut jugalah yang melatarbelakangi kebab Turki Baba Rafi berciri khas gerobak merah kuning.

Tidak Selalu Mulus

Hendy mengungkapkan, dunia bisnis itu tidak selalu mulus. Pasti muncul kendala-kendala pada kemudian hari. Karena itu, setiap entrepreneur mesti memiliki problem thinking yang kuat. 

“Pengusaha adalah mereka yang mengatasi kendala-kendala yang ada,” ujarnya.

Kolaborasi, imbuh Hendy, sangat penting dalam membuka usaha. Pebisnis tidak bisa sendiri, bisnis harus berkolaborasi untuk memunculkan inovasi yang baru. 

“Meski mengeluarkan produk baru, pebisnis tidak bisa sendiri. Kolaborasi is the key untuk bisnis bisa berjalan lancar. Kalau untung, untung bareng dan kalaupun rugi, maka rugi bareng,” katanya.

Awal Modal 4 Juta

Usaha Kebab Turki Baba Rafi telah berjalan 20 tahun. Semua itu, ungkap Hendy, berawal dari mimpi. Dengan modal 4 juta, ia berani bermimpi untuk membuka warung kebab Turki. Kalau mau berhasil, ya berusahalah memulainya dari mimpi. 

“Dengan mimpi, kita merealisasikannya. Entrepreneur itu mengubah sampah jadi emas. Bagaimana kita bisa melihat sesuatu yang berpeluang dan berpotensi. Namun ngga diliat sama orang lain,” ujarnya.

Hendy menyebut, tabiatnya seorang entrepreneur itu menjadi yang pertama, terbaik, atau terhebat. Sehingga apapun keadaan semasa membuka bisnis, spirit masih sama berapi-apinya saat awal kali pertama mencoba.

“Spirit yang kuat akan membuat kita memiliki keberanian untuk menghadapi resiko, kreatif, dan out of the box. Harus memiliki pola entrepreneur yang spirit untuk membuat kita maju dan bermimpi besar,” ucapnya.

Foto Penjelasan Materi Wirausaha oleh CEO BABA RAFI

Kuncinya, Action

Tentu mimpi saja tidak cukup kalau tidak punya tindakan. Hendy menekankan bahwa semua mimpi kita akan bermula dari action agar bisnis atau apapun yang kita lakukan terjadi. Karena, bisnis yang bagus bukan dipikirkan, tapi dijalankan.

“Kalau kalian belum tau mau bisnis apa. Ga usah mikir sesuatu yang besar. Mulai dari langkah kecil. Jualan brand orang lain, lalu kita promosikan, dan lain-lain,” ucapnya.

Bisnis itu bukan harus dari sesuatu yang besar, tapi dengan usaha yang besar. Kalau gagal tetap berusaha dan jangan menyerah.

Dan, kuncinya kita harus cintai dan suka bisnisnya. Sehingga kita tetap punya passion di sana. Maka, apapun yang terjadi kita akan ready untuk menjaga bisnis itu seperti anak kita.

It’s not about ideas but it’s about making ideas,” sebutnya. 

Entrepreneur itu harus ingin tahu akan banyak hal. Bahkan, ingin tau taktik pengusaha lain. Jadi, harus sering observasi produk orang lain. Dan, nantinya kita pasti menemukan ide yang menarik untuk brand kita.

“Entrepreneur itu kalo kata anak mudanya harus kepo. Sehingga kita bisa observasi dan mempelajari pattern mereka. Cara apa saja yang bisa dilakukan untuk belajar. Cari juga apa yang berbeda dengan produk lain agar konsepnya bisa stand out dari market yang lain,” tegasnya.

Pada akhir, Hendy berpesan jangan takut untuk mencoba bisnis apapun yang kalian sukai. Karena, dari bisnis dan usaha itu, suatu saat kalian bisa menjadi orang bisa mempekerjakan orang lain dan membuka lowongan pekerjaan bagi orang lain.

Sebagai informasi, Hendy membagikan cerita pengalamannya dalam acara Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) Universitas Airlangga (UNAIR). Tepatnya pada senin, (7/8/2023) di Gedung Candradimuka, Kampus GK-B MERR C, Dengan tema Design Thinking: Igniting Innovation and Success in Entrepreneurship.

Penulis: Monica

Editor: Feri Fenoria