Universitas Airlangga Official Website

Tiga Mahasiswa FKG UNAIR Sabet Juara dalam Ajang Literature Review Nasional

UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencetak prestasi. Kali ini, tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR, Sherina Fatwa Imanu, Mohammad Iqbal, dan Bahtra Nuh Nurmatarahim Salam. Mereka berhasil menyabet juara II lomba literature review Soedirman Dental Scientific Meeting (SDSM), Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada Sabtu (2/9/2023).

Sherina bersama tim mengusung topik potensi terapi berbasis teknologi laser yang mempercepat penyembuhan luka sariawan di dalam rongga mulut. Gagasan itu bersifat systematic literature review yang mengkaji mekanisme seluler dari terapi laser.

“Gagasan ini timbul akibat keresahan kami dari efek samping dari sejumlah pasien Oral Traumatic Ulcer (OTU) atau sariawan seperti iritasi lambung karena rutin pengobatan anti inflamasi serta efek samping lainnya,” terang Iqbal.

“Kami mencoba mencari solusi berbasis teknologi. Harapannya mampu mempercepat penyembuhan OTU dengan efek samping yang sangat minim,” imbuh mahasiswa FKG UNAIR itu.

Manfaat Terapi Berbasis Laser

Iqbal menyampaikan bahwa penelitian mengenai Photobiomodulation di bidang kedokteran gigi khususnya untuk menangani pasien OTU masih sangat jarang dilakukan. Lebih lanjut, ia mengungkapkan manfaat terapi berbasis laser yang mereka kaji. Tujuannya untuk meningkatkan proses penyembuhan luka sariawan karena penyebab mekanik.

Sherina dan tim menemukan bahwa terapi ini mampu menyembuhkan sariawan dalam kurun waktu tiga kali lebih cepat, dengan efek anti nyeri yang dihasilkan. “Dengan adanya terapi berbasis laser ini diharapkan pasien tidak perlu mengaplikasikan obat topikal atau obat lainnya yang cenderung sulit pasien lakukan,” ujar Mahasiswa FKG UNAIR itu.

Kendala time management tim tak menghambat mereka untuk maju mulai dari pengerjaan abstrak hingga presentasi finalis secara offline di Purwokerto. Atas kerja keras itu mereka berhasil menyabet juara II dalam kompetisi tersebut.

Alhamdulillah bisa meraih juara. Sebelumnya kami tidak terpikirkan meraih juara karena melihat saingan yang juga sangat bagus,” Iqbal menanggapi penghargaan yang ia raih.

Mereka berharap kedepannya akan banyak peneliti atau dokter gigi lain yang melanjutkan penelitian mengenai Photobiomodulation terhadap OTU. Sehingga, informasi dan pengetahuan yang ada nantinya mampu mendeskripsikan dan menjamin keefektifan terapi ini.

Selain itu, mereka juga berharap lebih banyak penelitian di tingkat in vivo maupun uji klinis dengan meninjau aspek parameter yang terlibat dalam penyembuhan OTU secara komprehensif.

Di akhir sesi wawancara, mereka juga mengaku bahwa lomba ini menjadi penuh makna bagi mereka. Selain menjadi pengalaman pertama, mereka juga mendapatkan banyak pembelajaran yang memotivasi dan mengevaluasi ide mereka. (*)

Penulis: Aidatul Fitriyah

Editor: Binti Q Masruroh