Universitas Airlangga Official Website

FEB UNAIR Ulas Pentingnya Pemberdayaan Anak Jalanan

Foto dari atas Afif Muqsith sebagai moderator dan Niken Tiara Ayu sebagai pembicara di mini live instagram Socacteweek pada Minggu (24/09/2023). (Foto: Istimewa)
Foto dari atas Afif Muqsith sebagai moderator dan Niken Tiara Ayu sebagai pembicara di mini live instagram Socacteweek pada Minggu (24/09/2023). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fenomena anak jalanan sudah menjadi potret pilu di Indonesia. Pasalnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama  untuk memperoleh pendidikan. Melihat realita tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Universitas Airlangga melakukan Social Action dalam rangkaian acara Economic Week dan mengadakan mini live dengan narasumber untuk membahas isu anak jalanan pada Minggu (24/09/2013) .

Duta Perlindungan Anak Jawa Timur, Niken Tiara Ayu Baskoro mengatakan bahwa gelar duta yang ia emban saat ini bukan sekadar label. Sebagai duta perlindungan anak, ia mempunyai tujuan untuk menciptakan generasi kuat, mandiri dan aware terhadap isu anak jalanan.

“Lagi-lagi mengedukasi karena memang ini tujuan untuk mengampanyekan dan mengisukan kesetaraan anak, semua punya peran dan tanggung jawab,” imbuh Niken.

Menurutnya, semua manusia memiliki hak mereka untuk hidup dan mendapatkan kehidupan yang layak, tidak terkecuali mereka yang hidup di jalan dan sering disebut dengan anak jalanan. Menurut UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund), anak jalanan merupakan anak-anak yang berumur di bawah 16 tahun yang sudah melepaskan diri dari keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat terdekat.

Fenomena Anak Jalanan

Baginya, isu anak jalanan sudah menjadi hal normal dan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Tidak menutup kemungkinan kekerasan seksual dan eksploitasi pada anak sering terjadi di permukaan. Dampaknya pun mempengaruhi jangka panjang bagi masa depan anak tersebut. Anak-anak masih masa perkembangan, jadi masih perlu dalam pengawasan dan arahan.

Tidak sedikit anak-anak yang turun ke jalan tapi masih ingin mengemban pendidikan. Faktor ekonomi masih menjadi faktor utamanya. Niken menyebut, ia bersama rekan Duta Perlindungan Anak Jatim bekerja sama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial pada anak terlantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak terlantar.

Mengurangi Anak Terlantar

Niken menambahkan, keberadaan LKSA menyebar di 1.605 titik di Jawa Timur. Pencapaian itu terus menjadi tonggak perjuangan untuk mengedepankan hak-hak pada anak. Selain itu, di tiap pekan ia bersama LKSA memberikan stimulus Jum’at sehat. Anak-anak jalanan mendapatkan susu gratis, pembelajaran membaca dan menulis hingga mendapatkan pengetahuan ilmu basic microsoft word dan canva yang diadakan di basecamp LKSA.

“Perlu digaris bawahi pentingnya  menciptakan generasi melek pendidikan. Tujuannya, agar mereka mampu bersaing dengan teman sebayanya dan berhak memiliki masa depan yang cerah,” papar Niken. 

Penulis: Mutiara Rachmi Karenina

Editor: Khefti Al Mawalia