UNAIR NEWS – Kembali mencatat prestasi membanggakan, tim EKIS UNAIR berhasil sabet juara 2 Olimpiade Ekonomi Islam. Olimpiade itu merupakan salah satu rangkaian kegiatan di National Sharia Economic Competition 0.5 yang diselenggarakan oleh KSEI FRESH FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.
Tim EKIS UNAIR tersebut beranggotakan Diaz Tulus Anandri (Ekonomi Islam 21), Mutiara Rahma Cahyani Warli (Ekonomi Islam 22), dan Desiyanti Sagita Rachmahdewi (Ekonomi Islam 22). Tim yang diketuai Diaz menjuarai olimpiade pada Rabu (27/09/2023).
Tiga mahasiswa itu mengikuti serangkaian kegiatan olimpiade. Tahap pertama, mereka mengikuti babak penyisihan dengan mengerjakan soal terkait ekonomi Islam secara online. Sesudah itu, mereka lanjut babak semi final dengan model cerdas cermat secara online.
Tahap terakhir, mereka mengikuti babak final dengan metode study case secara offline di kampus UIN Raden Mas Said Surakarta. “Pada babak final, kami dapat kasus pengembangan transformasi di industri halal, kemudian kami membawakan solusi terkait rekomendasi kebijakan integrasi digitalisasi melalui teknologi blockchain,” terang Diaz pada UNAIR NEWS (29/9/2023).
Kerja Sama Mengantarkan Kemenangan
Pada awalnya, mereka mampu melewati babak penyisihan dengan baik dan meraih skor tertinggi pada babak semi final. Akan tetapi, mereka mulai mengalami kendala saat mengerjakan study case.
“Aku sendiri merasa kurang fit saat itu sehingga kurang maksimal dalam berdiskusi,” cerita Diaz. Mereka bertiga juga sempat salah memahami case, maka perlu menganalisis ulang dari nol. Akhirnya, mereka baru bisa berlatih presentasi tepat saat malam sebelum presentasi dan di pagi hari sebelum lomba mulai.
Sebagai kesimpulan, Diaz menyatakan bahwa kerja sama mengantarkan timnya menuju kemenangan meskipun sempat mengalami kendala. Selain itu, tambahnya, timnya mendapat dukungan dan banyak masukan untuk analisis tim dari temannya. Mereka juga selalu memberi kabar dan senantiasa meminta doa serta restu kepada keluarga.

Tips Mengikuti Olimpiade
Pada akhir sesi wawancara, Diaz membeberkan beberapa tips mengikuti lomba olimpiade. Pertama, pahami fundamental keilmuannya karena dasar keilmuan penting dalam mengerjakan soal.
Kedua, kerjakan soal sebanyak mungkin sebelum lomba sebagai pengalaman dan antisipasi pengerjaan soal-soal nantinya. Ketiga, perbanyak bacaan dan wawasan terbaru.
“Ini merupakan hal inti jika ingin mengerjakan study case dengan baik karena diperlukan terobosan yang dapat menghubungkan antar disiplin ilmu, teknologi terbaru, dan inovasi terkait keilmuan yang baru,” pungkasnya.
Penulis: Fath Tazkya Ernest Jamila
Editor: Nuri Hermawan





