n

Universitas Airlangga Official Website

Dosen RULE Belajar E-Library di UNAIR

Kujungan perwakilan Royal University of Law an Economics ke perpustakaan UNAIR. (Foto: Siti Nur Umami)

UNAIR NEWS – Pengelolaan perpustakaan berbasis elektronik yang digalakkan Universitas Airlangga (UNAIR) melalui program e-library menjadi daya tarik dalam kujungan perwakilan Royal University of Law an Economics (RULE). Kunjungan itu berlangsung pada Senin (23/10) untuk mendapat pemaparan dan praktik mengenai e-library di UNAIR.

Novita Dwi Anawati, S.Sos., M.Sc, selaku petugas Perpustakaan Kampus B UNAIR lebih dulu mempersiapkan komputer yang bisa mengakses berbagai layanan dari e-library. Misalnya, pencarian jurnal yang sesuai dengan keinginan melalui layanan langganan seperti SpringerLink, Oxford Academic Journal, hingga Emerald Insight. Tentu hal tersebut mempermudah mahasiswa dalam mencari referensi penelitian.

“Mahasiswa dapat mengakses seluruh layanan e-library melalui dua cara. Yakni, menggunakan sistem berlangganan IP based dan set up proxy di web. IP based, yaitu penggunaan di area UNAIR, akan otomatis bisa mendeteksi. Sementara itu, bila tidak sedang berada di UNAIR, mahasiswa dapat melakukan registrasi proxy di website,” jelas Novi.

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa perpustakaan kampus b bukan hanya memiliki layanan untuk mengakses referensi dan sumber penelitian, melainkan juga Library Class. Kelas tersebut mengajarkan Mendeley training, Turnitin (uji plagiarism), mengoptimalkan MS Word, serta penggunaan online presentation seperti Prezi dan Canva.

PRUM Sokun B.A, M.B.A, salah seorang dosen di RULE bidang matematika, menjelaskan bahwa terdapat berbagai kendala dalam penelitian di Kamboja. Hal itu terjadi lantaran terbatasnya akses pada layanan jurnal dan kuesioner dari penelitian yang telah terpublikasi, baik nasional maupun internasional. Terlebih, penggumpulan data di Kamboja sangat sulit mengingat asas kerahasiaan subjek yang ada.

“Hingga saat ini saya masih kesulitan dalam mengumpulkan data untuk mengetahui dampak micro financial terhadap kesejahteraan masyarakat. Masyarakat ‘enggan’ memberikan informasi terkait besaran jumlah dana yang diberikan,” tambahnya.

“Dari kunjungan ini, kami tentu sangat berharap adanya kerja sama. Baik untuk bisa mengakses informasi yang saling dibutuhkan dunia pendidikan maupun sebagai pembelajaran role model untuk pengelolaan perpustakaan,” tutup Sokun.

Penulis: Siti Nur Umami

Editor: Feri Fenoria