UNAIR NEWS – Tidak sedikit mahasiswa di Indonesia mengaku masih malu untuk menyuarakan suaranya. Sebagai individu yang intelektual sangat penting memiliki keberanian untuk menyuarakan pendapatnya baik di depan umum, Public Speaking, atau bukan.
Melalui Airlangga Mentoring Vol. 2, Kementerian Riset dan Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa memfasilitasi mahasiswa Universitas Airlangga untuk dapat percaya diri melakukan public speaking. Kegiatan mentoring ini berlangsung pada Sabtu (21/10/2023) di Ruang 2.08 Gedung Kuliah Bersama Kampus MERR C.
Airlangga Mentoring Vol. 2 menghadirkan dua pembicara yakni Bakdiyatul Mukarromah dan Kevin Kesuma. Melalui terlaksananya kegiatan ini, Anang Jazuli selaku Presiden BEM UNAIR berharap mahasiswa dapat belajar mengenai kepenulisan hingga membuat karya bersama dalam suatu perlombaan.
“Dan bila didapat perlombaan bisa belajar juga public speaking melalui Airlangga Mentoring” ucapnya.
Seleksi Mahasiswa Berprestasi
Menurut Bakdiyatul, public speaking tidak hanya berbicara di depan umum namun dengan berinteraksi bersama orang lain juga merupakan bentuk public speaking. Ada banyak benefit yang pasti didapatkan apabila mahasiswa memberanikan diri untuk public speaking.
Sehingga Bakdiyatul tidak tanggung-tanggung membagikan tahapan yang bisa dicapai yakni menjadi seorang mawapres (Mahasiswa Berprestasi). Ia berpendapat bahwa menjadi mawapres bukan sekedar sebuah gelar namun memiliki goals di dalamnya.
Menjadi seorang mawapres tentunya melalui serangkaian tahap mulai dari seleksi hingga akhir. Bakdiyatul mengelompokkan tahapan seleksi mawapres menjadi dua yakni seleksi berkas dan onsite. Seleksi berkas mencakup sebuah capaian unggulan seperti prestasi dalam perkuliahan.
“Prestasi itu ada banyak. Bahkan kewirausahaan dodolan itu juga termasuk prestasi loh, Rek” ujarnya.
Sedangkan seleksi onsite, calon mawapres harus datang langsung ke tempat yang telah ditentukan. Kegiatan yang dilaksanakan secara onsite meliputi wawancara, prestasi dan kemampuan berbahasa inggris.

Peran Public Speaking
Tidak hanya itu, mahasiswa fakultas ilmu budaya ini juga menyampaikan peran public speaking untuk menunjang kesuksesan menjadi seorang mawapres yaitu melalui wawancara dan presentasi. Pengalaman yang telah dicantumkan sebelumnya menjadi suatu kemungkinan pertanyaan yang akan diajukan saat proses wawancara.
Bakdiyatul juga menyampaikan pengalamannya saat seleksi di fakultas juga terdapat wawasan kebangsaan melalui tes kepribadian. Analisa yang didapat melalui bagaimana calon mawapres menjawab pertanyaan.
Sedangkan untuk presentasi, public speaking berperan untuk memperlancar penyampaian gagasan ide kreatif baik menggunakan bahasa inggris maupun bahasa indonesia. Penilaian yang dilakukan dengan fokus pada kelancaran berbahasa inggris dan ide gagasannya.
Sebelum menutup pemaparannya, Bakdiyatul juga menyampaikan tips wawancara dan presentasi. Ia menyampaikan hal yang harus dilakukan salah satunya adalah be your self.
“Menulis jangan berbohong ya teman-teman. Jadi kayak melebih-lebihkan misalnya.” jelas Ketua BEM Fakultas Ilmu Budaya tersebut.
Selain itu, Bakdiyatul menegaskan bahwa hal penting dalam presentasi adalah penguasaan materi dan gestur tubuh. “Jadi lebih enak pelan, yakin, yang penting ada penekanan dalam intonasi juga” pungkasnya.
Penulis: Meli Nor Arista
Editor: Feri Fenoria





