UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga mengikuti ASEAN+3 Youth Cultural Forum di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dalam forum yang terselenggara sejak 31 Oktober sampai 6 November itu, mereka bertemu dengan 113 mahasiswa dari 22 perguruan tinggi di kawasan ASEAN.
UNAIR mengirimkan empat delegasi dalam forum tersebut. Mereka adalah Fadhilah Intan Pramita Sari (duta UNAIR 2016, Top 9 Rising Star Indonesia), Nadia Syifa Widjaksono (BEM UNAIR 2016), Michael Ivander (Duta UNAIR 2016), dan Nisa Farahdila Trisianly (anggota Hip Hop).
Forum pertukaran budaya itu diselenggarakan ASEAN University Network (AUN). Selama seminggu, beragam kegiatan dalam rangka pertukaran budaya mereka ikuti. Mulai diskusi tentang cultural diplomacy, workshop tari Jawa, hingga membuat produk budaya Indonesia seperti wayang dan batik.
Dalam sebuah sesi, setiap peserta dari 22 perguruan tinggi tersebut menampilkan budaya khas negara mereka. Delegasi dari UNAIR menampilkan tari Saman, tarian khas Aceh, Fadhilah menyanyi dan diiringi biola dari Michael.
Keempat delegasi sangat senang mewakili UNAIR dalam forum tingkat ASEAN itu. Selain menambah ilmu dan jaringan, melalui ASEAN+3 Youth Cultural Forum, mata mereka kembali terbuka bahwa salah satu potensi yang dimiliki Indonesia adalah budayanya yang sangat beragam.
”Dari forum tersebut, kita melihat bahwa perbedaan bisa menjadi kelebihan yang bisa menyatukan kita semua, bukan menjadi sebuah kerugian. Membuka mata kita bahwa Indonesia sangat kaya akan budaya,” ujar Fadhilah, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNAIR.
Sementara itu, sesi diskusi mengangkat topik tentang cultural diplomacy, sebuah cara penyelesaian konflik pada era sekarang ini.
Fadhilah berharap semakin banyak mahasiswa UNAIR yang mengikuti forum-forum bersama mahasiswa lintas negara. Sebab, dengan begitu, mereka turut mengenalkan Indonesia kepada dunia tentang potensi yang kita miliki.
”Kami berharap UNAIR dan teman-teman lain bisa ikut hal yang serupa untuk memperkenalkan, kepada dunia, bahwa Indonesia punya budaya yang sangat kaya dan punya potensi besar untuk dikenalkan pada dunia,” ujar Fadhilah. (*)
Penulis: Binti Q. Masruroh
Editor: Feri Fenoria





