Universitas Airlangga Official Website

UKMKI UNAIR Gandeng UNIDA Helat Islamic Strategic Camp

Penyerahan kenang-kenangan oleh Kadep Kastrat pada salah satu pemateri (Foto : Istimewa)
Penyerahan kenang-kenangan oleh Kadep Kastrat pada salah satu pemateri (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) Universitas Airlangga bersama Universitas Darussalam Gontor helat Islamic Strategic Camp di Aula Moh Hatta Gedung Kuliah Bersama Kampus B. Kegiatan ini mengundang lima pemateri mulai dari Staff Ahli DPRD Kota Surabaya, InPAS, dan Program Kaderisasi Ulama (PKU) Unida Gontor.

Workshop ini mengusung tema “Kelas Komprehensif untuk Muslim Progresif”. Tema tersebut dianggap relevan dalam menggugah semangat mahasiswa muslim untuk mengambil langkah dakwah berdasarkan pertimbangan zaman dan lingkungan kampus melalui pengetahuan dan aksi strategis. 

Keterlibatan Mahasiswa

Pratama Anggara selaku pemateri mengungkapkan mahasiswa muslim seharusnya mampu meneguhkan pendiriannya sebagai seorang muslim di tengah-tengah lingkungan yang heterogen. Hal ini diperlukan karena mahasiswa merupakan orang yang memiliki tanggung jawab berdakwah dan memiliki peran penting di tengah problematika masyarakat.

“Sebagai mahasiswa setidaknya ada tiga kemampuan yang perlu dimiliki untuk meningkatkan atensi publik terhadap kompetensi. Dua di antaranya yakni public speaking dan menulis,” ungkap Staff Ahli DPRD Surabaya itu.

Menurutnya dengan dua kemampuan tadi mahasiswa dapat menciptakan self branding yang baik. Hal ini yang kemudian akan mengarahkan atensi publik pada kemampuan mahasiswa itu sendiri.

Ia juga menekankan bahwa peran mahasiswa tidak hanya dalam ranah kampus, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. Turut berkontribusi dalam menentukan kebijakan politik merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan mahasiswa. Salah satunya melalui policy brief.

Kapasitas Berislam

Sementara itu, Retina Rana Zahirah selaku Kepala Departemen Kajian Isu dan Aksi Strategis (Kastrat) UKMKI mengatakan kegiatan itu terselenggara untuk memotivasi peserta dalam meningkatkan kapasitas diri dalam berislam. Pembahasan yang diusung pun mengangkat isu yang relevan saat ini seperti artificial intelligence, budaya populer, kebebasan beragama, hingga diskusi mengenai peran mahasiswa dalam pemilu 2024. 

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini mengusung materi yang relevan melihat zaman sekarang mahasiswa sangat mudah terpengaruh dengan pemikiran liberal yang akan merusak moral bangsa. Selain itu, mahasiswa juga tergolong pasif dalam keterlibatannya di bidang politik misalnya kesadaran mengenai pemilu.

“Meskipun ada kendala dalam proses promosi seperti tidak banyak mahasiswa tertarik untuk ikut karena materi yang diusung cukup berat dan terkesan ‘Kegiatan ini untuk Yang Alim Alim Saja’ padahal sebetulnya kegiatan ini diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa bahkan untuk nonmuslim.”

Retina berharap dengan kegiatan ini selanjutnya dapat menghasilkan kader-kader mahasiswa muslim yang berintegritas dan sadar akan pentingnya posisi mahasiswa muslim di ranah publik. Hal ini sesuai dengan arah gerak UKMKI dalam menyebarkan dakwah yang inklusif.

Penulis : Ilma Arrafi Nafi’a

Editor : Khefti Al Mawalia