n

Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Ciptakan Komik Edukatif Mencegah Kekerasan Seksual Pada Anak

INILAH penggalan komik bermaterikan promosi kesehatan untuk cegah kekerasan seksual pada anak, karya tim mahasiswa UNAIR Banyuwangi. (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa prodi S-1 Ilmu Kesehatan Masyarakat PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi, Gayatri Ayodhya, menciptakan ide kreatif yaitu menjadikan komik sebagai media promosi kesehatan. Promosi yang ditawarkan adalah mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak usia Sekolah Dasar (SD). Senin (13/11) lalu disosialisasikan di hadapan siswa SD Negeri 1 Giri, Banyuwangi.

Menurut Jayanti Dian Eka Sari, S.KM., M.Kes., dosen pengajar mata kuliah dasar Media Komunikasi, Informasi dan Edukasi pada Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi, bahwa tingginya kasus kekerasan seksual pada anak di Indonesia membuat sebagian besar orang tua menjadi resah.

”Ditambah, anak di era saat ini sulit untuk mendengar nasihat yang monoton. Ini yang mendorong mahasiswa sebagai calon sarjana kesehatan masyarakat untuk berinovasi membuat media promosi kesehatan. Tujuannya agar gangguan kesehatan tidak semakin meluas dan pesan-sarannya dapat tersampaikan dan diterima dengan mudah oleh anak,” kata Jayanti.

Dijelaskan oleh Gayatri Ayodhya, sasaran dari timnya adalah anak usia 7 sampai 12 tahun, yang rata-rata sedang mengenyam pendidikan Sekolah Dasar.

”Awalnya saya hanya melihat kebiasaan anak di SDN 1 Giri yang menyukai baca komik, anak di bangku SD itu umumnya memang sudah bisa membaca dan mereka menyukai media bacaan yang ada gambarnya. Muncullah ide membuat komik yang berisi pesan kesehatan ini,” tambah Gayatri.

kekesaran seksual
DUA mahasiswa UNAIR Banyuwangi anggota Tim Pelaksanaan Sosialisasi Promosi Kesehatan kekerasan seksual pada anak, melaksanakan tugasnya, Senin (13/11) di SDN 1 Giri, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

Latar belakang dipilihnya tema itu, karena kasus kekerasan seksual di Indonesia cukup tinggi, bahkan sangat rawan terjadi pada anak. Hal ini diduga karena pengetahuan anak dan orang tua yang kurang terhadap masalah kekerasan seksual itu sendiri.

”Oleh karena itu akhirnya tim kami membuat media ini dan kemudian kami promosikan pada anak-anak di SDN 1 Giri,” tambahnya.

Tim Gayatri Ayodhya itu bersama empat kawannya yaitu Ary Kusmita, Reynaldy Bimatara, Meidyas Dwi Anggraeni dan Triska Maida Cahyani. Beberapa dosen turut terjun mendampingi langsung dalam memberikan sosialisasi kepada siswa.

Selain menjelaskan dengan menggunakan media komik, tim juga menambahkan dengan penampilan drama sebagai pelengkapnya agar siswa benar-benar paham maksud dari pesan yang disampaikan. Selain itu pihak guru dan Kepala Sekolah SDN 1 Giri juga memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan sosialisasi ini. (*)

Penulis: Siti Mufaida

Editor : Bambang Bes.