UNAIR NEWS – Ada banyak cara dihadirkan untuk memeriahkan hari ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Salah satunya dengan menggelar lomba merangkai bunga. Yang unik, kali ini bukan bunga yang dirangkai, melainkan tanaman toga. Seperti apa keseruannya?
Lomba merangkai tanaman toga memeriahkan peringatan hari Ibu ke-89 yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Kedokteran UNAIR bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Acara berlangsung meriah di Ruang Sidang A FK UNAIR, (21/12).
Rahma dan Dwi satu diantara puluhan tim peserta lomba merangkai tanaman toga mengaku antusias mengikuti perlombaan ini. Meski tak biasa, pengalaman merangkai tanaman herbal ini membawa keseruan tersendiri.
Sama halnya dengan merangkai bunga, merangkai tanaman toga juga memerlukan kreativitas. Tidak sekadar menumpuk tanaman ke dalam satu wadah, tapi harus sekaligus berfikir cara mempercantik tampilannya.
Di perlombaan ini, Rahma dan Dwi menggabungkan beberapa jenis tanaman toga, seperti daun binahong, jahe, kunir, daun jarak, daun patah tulang, daun lidah buaya, lengkuas, kayu manis, daun kelor, daun pandang, jeruk nipis, jinten, jahe dan daun tapak dara.
Selain Rahma dan Dwi, puluhan peserta lain juga adu kreativitas merangkai tanaman toga. Hasilnya unik, ada yang menampilkan rangkaian tanaman toga yang disusun di atas keranjang berbahan daun pandan. Puluhan hasil karya para peserta lomba menghadirkan aroma wangi rempah dan bunga.
Selain menampilkan kreasi peserta dalam merangkai tanaman toga, juga diadakan lomba paduan suara. Selain memperingati hari ibu, kemeriahan acara yang berlangsung di Aula FK UNAIR ini juga sekaligus menandai hari ulang tahun DWP ke XVIII.
Di antara kemeriahan acara, panitia juga menyerahkan tali asih dengan membagi-bagikan sumbangan pendidikan ke sejumlah pelajar SD, SMP, dan SMA. Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Dekan II FK UNAIR Prof. Dr. Budi Santoto,dr.,Sp.OG(K) didampingi ketua DWP FK UNAIR dan DWP RSUD Dr. Soetomo.
Penulis: Sefya Hayu Istighfaricha
Editor: Binti Q. Masruroh





