Universitas Airlangga Official Website

Kisah Prof Istiati, Vokalis Pertama D’Professor Band

D'Professor Band saat tampil dengan nuansa merah putih. (Foto: Istimewa)
D'Professor Band saat tampil dengan nuansa merah putih. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Menjadi seorang guru besar mengemban banyak kewajiban sekaligus tidak menghilangkan keinginan Prof Dr drg Istiati MS Sp PMM (K) untuk melakukan hobi menyanyinya. Ia akhirnya bergabung dengan D’Professor band yang dibangunnya bersama Prof Dr dr Widodo Ario Kentjono Sp THTBKL Subsp Onk dan Prof Dr drg M Rubianto MS Subsp RPID(K). 

Prof Isti menjadi penyanyi atau vokalis pertama D’Professor. Baginya, band itu menjadi terapi psikologi serta penyaluran hobi menyanyi yang telah dirinya miliki sejak SMP. Menurutnya, bernyanyi dapat meningkatkan imunitas tubuh, menghasilkan hormon endorfin, dan sebagai terapi psikologis dengan kebersamaan.

“Jadi, orang yang menyanyi hatinya gembira. Otomatis akan meningkatkan hormon endorfin, hormon yang membuat kita happy. Secara psikologis tentu akan meningkatan kualitas kejiwaan kita.”

Prof Isti mengatakan, jadwal latihan band D’Professor adalah setiap hari Minggu sejak pertama didirikan. Mengingat, para anggota menghindari hari-hari sibuk mengajar atau praktek pada Senin-Jum’at. Meski begitu, sering latihan tidak dengan anggota lengkap. 

“Jadi, kadang tiba-tiba ada yang tidak datang karena ada pasien atau mengajar. Gapapa deh bolos sekali dua kali, next time kita persatukan lagi. Ya saling toleransi saja. Kita memang udah tau masing-masing punya aktivitas, tapi mereka juga diminta untuk latihan yang serius menciptakan kondisi menyanyi yang homogen dan harmonis,” tambahnya. 

Ia bercerita bahwa saat mendapat rekor MURI, band melakukan banyak persiapan dan latihan. “Pada umumnya dulu kalo kita belum tampil, itu setiap hari Minggu saja setiap jam 1 sampai jam 4. Kita latihan rutin, tapi menjelang mau tampil akan diintensifkan. Seperti kemarin, menjelang MURI, kami itu udah digenjot latihannya. 7 hari minggu itu kami sudah latihan terus-terusan. Karena jumlahnya banyak jadi kami menyewa studio untuk menampung kami semua,” ujarnya.

Penampilan perdana selalu memberikan pengalaman tertentu. D’Professor tampil pertama kali di Makan Time Cafe, Tegalsari, Surabaya. Tidak ingin membuat kesalahan dalam pementasan, Prof Istiati bersama dengan D’Professor menyanyikan lagu Tenesse Waltz milik Patti Page. 

“Tampilan pertama saya saat pertama manggung pada launching itu ada beberapa lagu nyanyi bersama dengan Prof Tere dan Prof Syamsu serta penampilan 1 lagu solo. Kebetulan suara saya ada di alto jadi waktu itu saya pilih lagunya Patti Page Tenesse Waltz pada pementasan pertama ya. Inginnya tidak bikin kesalahan dan tidak memalukan tentunya,” jelasnya.

Menurutnya, setiap penampilan berkesan dalam waktu tersebut. Saat ini tentu penampilan yang berkesan bagi Prof Isti adalah penampilan MURI 1 Maret lalu. Ke depannya, band D’Professor masih membuka rekrutmen anggota baru. Bahkan, Prof Isti berwacana untuk membuat paduan suara yang berisikan guru besar UNAIR. 

“Dalam paduan suara gubes itu juga belum ada kan di Indonesia maupun dunia. Kemudian ada wacana seperti JKT48 yang penyanyinya berjumlah 48. Banyak pendapat yang ditampung untuk dibincangkan ke depan.”

Perjalanan band D’Professor tentu tidak tanpa rintangan. Menurut Prof Isti, cara agar band ini eksis menjadi rintangan tersendiri. Pasalnya band D’Professor tidak tampil terlalu sering. Hanya pada acara-acara tertentu, khususnya pada lingkungan terdekat D’Professor seperti acara Ikatan Dokter Indonesia, ataupun FK UNAIR.

Prof Isti juga mengajak para guru besar UNAIR untuk turut bergabung dalam band D’Professor. Berhubung tidak ada persyaratan khusus selain hobi bernyanyi. Karena D’Professor yakin, jika ada hobi bernyanyi akan mudah diarahkan agar suara menjadi homogen dan harmonis ketika tampil. 

“Mungkin buat sejawat-sejawat guru besar di UNAIR yang punya hobi nyanyi, masih di buka kok kemungkinan untuk bisa bergabung. Menurut bapak ketua begitu. Supaya menyalurkan hobi dan bisa kebersamaan,” ajaknya.

Penulis: Muhammad Naqsya Riwansia

Editor: Feri Fenoria

Baca juga:

D’Professor, Band yang Semua Anggotanya Adalah Guru Besar UNAIR  

Cerita Prof Miftah, Anggota Guru Besar Termuda di D’Professor Band