UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Religi Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi sekaligus menambah koleksi trofi mereka. Tim delegasi UKM Seni Religi UNAIR berhasil menyabet juara I dalam Festival Banjari Se-Jawa Timur yang diadakan di SMA 1 Gresik pada Minggu (25/3).
Meski tergolong UKM yang masih baru berdiri, UKM Seni Religi terus menambah panjang daftar rentetan prestasi yang berhasil mereka kantongi selama kurang dari dua tahun. Yang terdekat, UKMSR UNAIR membukukan prestasi juara I dua kali berturut-turut dalam Festival Banjari Se–Jawa Timur di Universitas Islam Surabaya. Juga, di SDN Pakis Surabaya pada 2017.
Berikutnya, pada 2016, mereka berhasil menyabet juara harapan II dalam Festival Banjari Se–Jawa Timur. Event tersebut merupakan festival tingkat mahasiswa yang diadakan di Universitas Brawijaya.
Ditanya perihal kesiapan sebelum mengikuti festival, Rizal, salah seorang perwakilan tim, menyatakan bahwa tidak ada persiapan khusus. Dia mengakui, persiapan yang dilakukan hanya latihan rutin pada Senin dan malam Jum’at seusai majelis diba’.
”Sebab, ini merupakan kali kedua kami ikut lomba banjari di festival yang sama. Persiapannya nggak gupuh. Latihan rutin dua kali seminggu sudah cukup,” imbuh mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) itu.
Rizal menjelaskan, dalam ajang tersebut, hanya ada satu kategori yang dilombakan, yaitu sholawat al-banjari. UKM Seni religi UNAIR mengirim satu tim yang terdiri atas sembilan anggota dari berbagai jurusan.
Di antaranya Ahmad Rizal, M. Faiz hayat, M. Muharrom, M. Fikri, Irvan Mahbubby, Chafid, M. Fakhrur Rozi, dan Fash Fahisc. Dua lagu yang mereka bawakan dalam festival tersebut, yakni Khairul Barriyah dan Ya Rosulullah Salamun ‘alaik, berhasil mengantarkan mereka menjadi juara I. Dan, mengalahkan 35 peserta dari seluruh Jawa Timur.
“Dengan keikutsertaan kami di ajang ini, kami belajar bagaimana melatih kedisiplinan dalam perlombaan. Kami juga berharap UKM Seni Religi UNAIR bisa terus istiqomah dalam mengembangkan bakat dan jiwa seni. Dalam hal ini adalah seni religi. Terutama untuk senantiasa mengharumkan nama Universitas Airlangga,” jelasnya. (*)
Penulis: Alif Wahyu
Editor: Feri Fenoria





