Universitas Airlangga Official Website

Sosok Mahasiswa dan Praktisi yang Gigih

Afdhalia Rahma Sari Wisudawan Terbaik S2 Fakultas Kedokteran (*)

“Jangan pernah lelah menjadi pribadi yang pandai bersyukur, karena setiap nikmat yang ada merupakan karunia besar dari Allah,”

UNAIR NEWS – Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil, pepatah ini menggambarkan perjuangan Afdhalia Rahma Sari. Sosok mahasiswa dan praktisi yang gigih itu telah berhasil merampungkan studi S2 Ilmu Kesehatan Olahraga di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) dengan hasil yang luar biasa.  

Afdhalia berhasil menyabet penghargaan sebagai wisudawan terbaik program S2 FK pada wisuda periode 242. Selama menjalani peran sebagai mahasiswa, Afdhalia juga tercatat menjadi ahli gizi di salah satu sport lab yang terletak di Surabaya. “Kalau tidak ada kuliah, saya bekerja di sport lab. Jadi menangani beberapa atlet atau masyarakat umum yang berfokus pada program manajemen berat badan,” katanya.  

Afdhalia bercerita bahwa dirinya tidak menghadapi kesulitan saat menjalani dua peran sekaligus sebagai praktisi gizi dan mahasiswa. Bahkan proposal tesis yang ia susun berhasil meraih pendanaan dari Kemdikbudristek dan UNAIR.  

Dalam tesisnya, Afdhalia meneliti keterkaitan antara pola makan, pola aktivitas, dan status gizi individu. “Pola makan dan pola aktivitas menjadi topik yang sering menjadi pembahasan. Keduanya ternyata berpengaruh terhadap kesehatan. Hal ini tentu akan berpengaruh juga terhadap status gizi individu,” jelasnya. 

Meningkatnya kasus obesitas menjadi alasan Afdhalia tertarik untuk membahas lebih lanjut topik tersebut. Afdhalia menemukan bahwa pola makan intermittent fasting yang dikombinasikan dengan latihan aerobik akan memberi dampak baik bagi kesehatan tubuh. “Melakukan intermittent fasting dan latihan aerobik ternyata meningkatkan proses penggunaan lemak tubuh, akibat adanya proses peralihan metabolisme atau metabolic switching,” tuturnya. 

Afdhalia berharap penelitiannya dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan angka obesitas di Indonesia. Kegigihan Afdhalia dalam menjalani perannya sebagai ahli gizi dan mahasiswa akhirnya berbuah manis. Ia berhasil terpilih sebagai wisudawan terbaik karena berhasil lulus dengan IPK 3,88 dan merampungkan studi dalam kurun waktu 1 tahun 5 bulan. 

Afdhalia bercerita bahwa prestasi itu berhasil ia raih karena mampu membagi waktu dengan menyusun skala prioritas. Tak lupa doa dari sang ibu dan ayah juga selalu menjadi motivasi dalam setiap langkahnya “Allah menitipkan karunia besarnya melalui doa-doa yang ibu dan ayah saya panjatkan,” pungkasnya. 

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Edwin Fatahuddin Ariyadi Putra

Baca Juga: Delegasi FH UNAIR Raih Juara I Lomba Surat Dakwaan