Universitas Airlangga Official Website

Berbagai Rintangan Tidak Menghambat Rizkita Lulus Tepat Waktu 

Rizkita Nur Azizah, Wisudawan Terbaik S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat (foto: dok pribadi)

“Do your best, and God will do the rest” 

UNAIR NEWS – Wisuda menjadi momen yang paling dinanti mahasiswa karena merupakan simbol akan tuntasnya masa studi mereka. Hal yang sama juga dirasakan Rizkita Nur Azizah, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) yang terpilih sebagai wisudawan terbaik pada wisuda periode 243 UNAIR. 

Rizkita berhasil meraih predikat wisudawan terbaik FKM UNAIR dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,96. Ia menuntaskan masa kuliahnya di jenjang sarjana dengan masa studi 3 tahun 9 bulan. Terkait pencapaian hebatnya itu, Rizkita mengaku tidak pernah menyangka dapat lulus dengan prestasi luar biasa. 

“Jujur kaget dan nggak nyangka sama sekali dari awal, apalagi melihat banyak temen-temen yang lebih keren dan pintar juga, tapi alhamdulillah atas izin Allah bisa menerima amanah tersebut,” tutur Rizkita. 

Tahun 2020 menjadi tahun yang tidak mudah bagi setiap pihak. Pasalnya, di tahun tersebut, dunia sedang dilanda pandemi virus Covid-19. Segala aktivitas yang biasa dilakukan secara tatap muka, harus beralih menjadi daring. Hal tersebut turut dirasakan oleh Rizkita. 

Sebagai mahasiswa baru angkatan 2020, Rizkita harus menjalani tahun pertama kuliah secara daring. Ia mengaku sempat mengalami banyak kesulitan di tahun pertama kuliahnya. Apalagi, metode pembelajaran daring menuntut mahasiswa untuk dapat belajar lebih mandiri karena keterbatasan jarak.  

“Sebagai angkatan 2020, tahun pertama banyak alami struggle. Adanya pandemi membuat teknis perkuliahan diubah serba digital dan berjarak, komunikasi sama temen juga gak seberapa lancar,” jelasnya.  

Selain perihal komunikasi, sebagai mahasiswa baru yang belum mengenal banyak bidang keilmuannya, Rizkita akui sempat merasa khawatir. Ia merasa khawatir dengan tugas-tugas yang diberikan dosen pengampu, dan persaingan melawan teman seangkatannya. “Tugas di perkuliahan juga bertambah berat bikin culture shock, harus belajar banyak hal baru dan menyesuaikan diri” tutur Rizkita. 

Menjalani tahun pertama kuliah secara daring, tidak menghalangi keinginan Rizkita untuk tetap aktif berorganisasi. Selama berkuliah, Rizkita bergabung di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKM sebagai anggota Departemen Agama Islam. Di luar kampus, ia juga turut aktif di Organisasi Mahasiswa Daerah (Oramada) Tulungagung. 

Keaktifannya di luar kelas tidak menghambatnya Rizkita untuk menuntaskan kuliahnya dengan tepat waktu. Baginya, lulus dengan hasil yang memuaskan merupakan capaian terbaiknya selama berkuliah. Ia berhasil melawan segala ketakutannya hingga akhirnya mendapatkan predikat wisudawan terbaik.  

“Capaian paling baik selama kuliah adalah dapat menyelesaikan studi selama 8 semester atau 4 tahun. Aku sangat bersyukur telah melalui dan melewati ketakutanku selama ini,” tuturnya bahagia.

Penulis: Syifa Rahmadina 

editor: Edwin fatahuddin