Universitas Airlangga Official Website

CUBES 2024

Pada masa kini perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan kehilangan keanekaragaman hayati merupakan tantangan besar yang dihadapi dunia. Sustainable Development Goals (SDGs) yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi landasan untuk membantu pelestarian lingkungan, seperti perlindungan ekosistem, pengurangan polusi, pengelolaan air bersih, dan lainnya, menjadi fokus utama dalam upaya mencapai keberlanjutan.

Dalam pelestarian lingkungan, budaya juga memainkan peran penting sebagai penggerak pelestarian lingkungan yang lebih baik, artinya budaya bukan hanya tentang seni, sastra, dan norma-norma sosial, melainkan juga tentang cara kita memperlakukan alam dan sumber daya alam. Bronisław Malinowski (1884-1942) mendefinisikan kebudayaan sebagai penyelesaian manusia terhadap lingkungan hidupnya serta mempertahankan keberlangsungan hidupnya sesuai dengan tradisi yang terbaik.

Oleh karena itu, budaya dapat mempengaruhi manusia mengenai bagaimana cara agar dapat mendidik dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya lingkungan. Melalui nilai-nilai, tradisi, yang ditanamkan dalam budaya dengan kearifan lokal dan praktik-praktik tradisional yang berkelanjutan, dapat menjadi inspirasi untuk mempromosikan pelestarian lingkungan. 

Salah satu kunci dari solusi dalam pelestarian lingkungan adalah dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Dengan menggabungkan nilai-nilai budaya untuk menghargai alam yang berkelanjutan dapat membangun kesadaran yang lebih luas tentang pentingnya menjaga lingkungan. Pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu sektor saja, melainkan tugas bersama yang melibatkan pemerintah, lembaga non-profit, sektor swasta, dan masyarakat terutama mahasiswa yang secara aktif terlibat dalam upaya-upaya ini juga dapat menghasilkan solusi yang inovatif dengan berakar dalam kearifan lokal dan budaya.

Selain itu meningkatkan kesadaran budaya lingkungan yang berkelanjutan juga dapat melalui kampanye informasi, acara budaya, dan kolaborasi dengan komunitas lokal. Oleh karena itu, diperlukan penyebaran informasi dan wawasan dengan menciptakan kegiatan yang penuh inovasi untuk menarik kesadaran masyarakat. Dalam kesempatan itu, BEM Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga merancang program dengan skala internasional bertajuk ‘Culture for Better Environmental Sustainability (CUBES)’.

Kegiatan tersebut memfasilitasi pertukaran pengetahuan, pengalaman, inovasi antara berbagai budaya di seluruh dunia, hal ini dapat memperkuat kolaborasi lintas budaya dalam menjawab tantangan lingkungan. Dengan mengintegrasikan budaya dalam upaya pelestarian lingkungan, kegiatan ini dapat membantu mencapai beberapa tujuan SDGs untuk keberalanjutan lingkungan hidup dan peradaban manusia. Kolaborasi global yang melibatkan berbagai budaya dapat menghasilkan solusi-solusi yang lebih luas. Kegiatan ini juga menciptakan kesadaran, pengetahuan, dan aksi terhadap pelestarian lingkungan dalam lingkup nasional dan internasional. Hal ini dapat memperkuat komitmen bersama untuk menjaga bumi bagi generasi masa depan.