Universitas Airlangga Official Website

Dari Televisi ke Youtube: Evolusi Konsumsi Hiburan dalam Era Teknologi dan Digitalisasi

Televisi Vs Youtube, Manakah Hiburan Masyarakat di Masa Depan ?
Ilustrasi TV vs YouTube (SUmber: amanat.id)

Perkembangan teknologi dan digitalisasi telah merevolusi berbagai sektor, termasuk industri hiburan. Industri televisi merupakan suatu subsektor ekonomi kreatif yang memiliki andil besar terhadap penyebaran informasi khususnya di Indonesia. Selama beberapa dekade, industri televisi sendiri telah melalui berbagai tahap perkembangan. Mulai dari siaran analog hingga digital atau smart TV.

Industri televisi memegang peran penting dalam membentuk budaya popular, memberikan konten hiburan, dan menyebarkan informasi secara luas. Namun, seiring perkembangan zaman, televisi harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi dalam industri hiburan. Munculnya internet menimbulkan dampak pada konsumen di mana mereka memiliki akses ke konten yang lebih personal dan sesuai preferensi melalui platform seperti YouTube maupun platform streaming lainnya.  Transformasi ini menandakan pergeseran besar dalam mengonsumsi hiburan. Di mana YouTube dan platform streaming serupa menawarkan fleksibilitas dan keterlibatan langsung dengan konten kreator, mengurangi dominasi televisi tradisional dalam pasar hiburan global.

Menurut data dari Nielsen pada tahun 2023, menunjukan bahwa terdapat kategori utama yaitu streaming dengan angka 35,9%, cable atau TV kabel dengan angka 28,2%, broadcast atau siaran televisi tradisional dengan angka 23,5%, dan other dengan angka 12,5%.

Pengguna Media Berdasarkan Kategori Tahun 2023 (Sumber: Nielsen)
Grafik 1.1 Pengguna Media Berdasarkan Kategori Tahun 2023 (Sumber: Nielsen)

Pada grafik 1.1, streaming memiliki bagian terbesar, yaitu 35,9% dari total penggunaan televisi. Di kategori ini, YouTube menjadi platform yang paling dominan dengan 8,5%, disusul oleh Netflix dengan 7,7%, Prime Video 3,3%, Hulu 2,6%, dan Disney+ 1,9%. Ada juga beberapa platform lain yang berkontribusi, seperti Tubi (1,4%), Peacock (1,3%), Max (1,2%), Roku Channel (1,0%), Paramount+ (0,9%), dan Pluto TV (0,7%). Televisi kabel masih mempertahankan bagian yang cukup besar dengan 28,2% dari total penggunaan TV, meskipun mengalami persaingan yang ketat dengan layanan streaming.

Siaran televisi tradisional atau broadcast menyumbang 23,5% dari total penggunaan. Termasuk saluran yang diakses secara gratis dengan antena. Sementara itu, kategori other (12,5%) mencakup berbagai platform atau perangkat selain yang disebutkan sebelumnya. Termasuk media digital lainnya. Secara keseluruhan, data ini memperlihatkan bahwa meskipun televisi kabel dan siaran tradisional masih cukup banyak digunakan. Akan tetapi, platform streaming semakin mendominasi konsumsi hiburan di rumah, dengan YouTube sebagai pemimpin di sektor ini.

Penurunan jumlah pengguna televisi akibat berbagai faktor, terutama kemajuan teknologi dan perubahan perilaku konsumen. Di mana fleksibilitas yang platform streaming tawarkan yang memungkinkan pengguna untuk menonton konten kapan saja dan di mana saja. Tanpa terbatas jadwal siaran seperti televisi. Selain itu, konten di platform streaming lebih bervariasi dan sesuai dengan preferensi individu melalui algoritma yang mempersonalisasi rekomendasi konten. Sehingga pengalaman menonton menjadi lebih relevan dan menarik. Hal ini juga didukung oleh laporan dari Gambar 1.1 Pengguna Media Secara Global Tahun 2024.

Pengguna Media Secara Global Tahun 2024 (Sumber: We are Social)
Gambar 1.1 Pengguna Media Secara Global Tahun 2024 (Sumber: We are Social)

Pada gambar 1.1 menampilkan data penggunaan media dari laporan global Januari 2024, yang menunjukkan persentase masyarakat mengonsumsi berbagai jenis media. Penggunaan internet melalui ponsel mencapai 98,1%, menjadi yang tertinggi, dengan peningkatan sebesar 0,3% daripada tahun sebelumnya. Sementara itu, penggunaan internet melalui laptop, desktop, atau tablet berada di angka 90,2%, namun mengalami penurunan sebesar 3,1%. Menonton TV siaran tradisional atau linear tercatat sebesar 88,7%, juga turun sebesar 3,3%. Sedangkan menonton TV melalui layanan streaming dan on-demand mencapai 76,6%, dengan penurunan sebesar 3,1%.

Dengan adanya penjelasan data konsumsi media digital, terutama melalui perangkat seluler dan layanan streaming mendominasi meskipun ada sedikit penurunan di beberapa kategori. Tetapi, adanya penurunan yang signifikan dalam penggunaan media tradisional seperti televisi siaran, radio, dan media cetak. Hal ini mencerminkan perubahan preferensi masyarakat menuju konten yang lebih fleksibel dan mudah aksesnya melalui platform digital serta perangkat mobile.

Peningkatan minat terhadap streaming YouTube menjadi sebuah fenomena dari perubahan besar dalam pola konsumsi hiburan di era digital. YouTube menjadi salah satu platform yang paling masyarakat minati karena kemudahan akses, beragamnya konten yang tersedia, dan sifatnya yang on-demand, memungkinkan pengguna untuk menonton apa yang mereka inginkan kapan saja. Selain itu, YouTube menawarkan ruang bagi pembuat konten independen dan penyedia layanan media untuk menjangkau audiens yang lebih luas dengan biaya yang relatif rendah. Hal ini juga didukung laporan dari Gambar 1.2 Top Website Tahun 2024.

Top website
Gambar 1.2 laporan top website (Sumber: We Are Social)

Pada gambar 1.2 YouTube menduduki peringkat kedua sebagai situs yang paling banyak mendapatkan kunjungan secara global pada Januari 2024. YouTube memperoleh total rata-rata 33,04 miliar kunjungan per-bulan, dengan 1,45 miliar unique visitors. Durasi waktu yang habis oleh pengguna pada setiap kunjungan juga cukup lama, yakni rata-rata 20 menit 9 detik, dengan rata-rata 11,4 halaman yang terlihat per kunjungan. Angka-angka ini menunjukkan bahwa YouTube menjadi salah satu platform yang paling dominan dalam konsumsi konten hiburan digital, mengalahkan platform media sosial lainnya.

Meskipun televisi tetap memegang peran penting dalam menyebarkan informasi dan membentuk budaya populer, kemunculan YouTube dan layanan streaming lainnya menandai pergeseran signifikan dalam preferensi konsumen. YouTube menawarkan fleksibilitas, kebebasan memilih konten, serta interaksi yang tidak bisa ditemukan di televisi tradisional. YouTube menjadi salah satu platform paling dominan dalam konsumsi konten hiburan digital, dengan jumlah pengguna yang terus meningkat, dan waktu menonton melebihi durasi menonton televisi.

Dengan kemudahan akses melalui perangkat mobile, YouTube memberikan pengalaman yang lebih personal dan interaktif, mencerminkan perubahan dalam pola konsumsi media di era digital. Secara keseluruhan, evolusi ini memperlihatkan bagaimana teknologi dan digitalisasi telah merombak industri hiburan, di mana YouTube dan platform streaming lainnya mengambil peran utama dalam memenuhi kebutuhan hiburan masyarakat modern.

Penulis: Angelia Setya Lukita, Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga