Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Magister Keperawatan Peminatan Medikal Bedah Universitas Airlangga Gelar Pengabdian Masyarakat di Yayasan Kanker Indonesia

NERS NEWS – Surabaya, 25 November 2024 – Sebuah langkah konkret untuk mendukung kualitas hidup pasien kanker dilakukan oleh mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Airlangga, peminatan Medikal Bedah. Bertempat di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur, mereka melaksanakan program pengabdian masyarakat pada tanggal 13 November 2024 lalu bertajuk “Edukasi dan Demonstrasi dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Kanker tentang Manajemen Nyeri dan Pemenuhan Nutrisi.

Fokus pada Manajemen Nyeri dan Nutrisi

Program yang diadakan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pasien kanker mengenai pengelolaan nyeri dan pentingnya asupan nutrisi yang tepat. Kegiatan edukasi dikemas dalam bentuk penyuluhan interaktif, yang dilengkapi dengan demonstrasi teknik relaksasi autogenik, sebuah terapi nonfarmakologis untuk membantu pasien mengelola rasa nyeri secara mandiri. “Relaksasi autogenik adalah metode yang sangat efektif, memungkinkan pasien meredakan nyeri dan stres melalui pendekatan yang mudah dipraktikkan di rumah,” ujar salah satu pemateri kegiatan. Teknik ini juga membantu pasien menghadapi efek samping pengobatan seperti kecemasan dan gangguan tidur. Selain manajemen nyeri, sesi edukasi membahas pemenuhan nutrisi bagi pasien kanker. Pasien diajarkan memilih makanan bergizi seimbang untuk mencegah malnutrisi yang kerap menjadi masalah pada penderita kanker. Peserta juga diberikan tips praktis, seperti cara memasak makanan yang higienis dan langkah-langkah mencegah toksisitas.

Dukungan untuk Perjalanan Pasien Kanker

Berdasarkan wawancara awal dengan pengelola Yayasan Kanker Indonesia, efek samping pengobatan seperti nyeri dan mual muntah menjadi masalah umum yang dialami pasien. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut, dengan harapan membantu pasien menjalani pengobatan lebih nyaman. “Pasien kanker tidak hanya membutuhkan pengobatan medis, tetapi juga dukungan fisik dan psikologis. Kami ingin mereka lebih berdaya dalam mengelola kondisi mereka,” kata Fachril Ismail, Ketua Pelaksana kegiatan ini.

Partisipasi Aktif dan Evaluasi Positif

Kegiatan ini berlangsung selama 1,5 jam, dimulai pukul 15.30 WIB. Pasien mengikuti dengan antusias, terlihat dari sesi tanya jawab yang interaktif. Demonstrasi terapi relaksasi juga diikuti dengan baik oleh peserta, yang kemudian diberi kesempatan mempraktikkan teknik tersebut secara langsung. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pasien terhadap materi yang disampaikan. Para peserta menyatakan bahwa informasi yang diberikan sangat relevan dan membantu mereka menghadapi tantangan sehari-hari sebagai penyintas kanker.

Harapan untuk Keberlanjutan Program

Dengan kesuksesan ini, mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Airlangga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan, baik di yayasan ini maupun di tempat lain. Mereka juga berharap dapat melibatkan lebih banyak pihak untuk mendukung kesejahteraan pasien kanker. Hal ini senada dengan harapan pasien di rumah singgah Yayasan Kanker Indonesia cabang Jawa Timur yang menyampaikan harapan untuk kegiatan ini terus dilakukan berkelanjutan oleh mahasiwa keperawatan diwaktu yang akan dating.

Kegiatan ini bukan hanya bentuk pengabdian masyarakat, tetapi juga refleksi nyata dari komitmen mahasiswa keperawatan untuk memberikan kontribusi positif bagi pasien kanker dan keluarganya. Sebuah langkah kecil yang memberikan dampak besar, tidak hanya bagi pasien, tetapi juga bagi perkembangan keperawatan berbasis komunitas.

Penulis : Mira, Riska, Lisa. Mahasiswa Magister Keperawatan M18_Unair.
Editor: Anindya Putri Ravina (Airlangga Nursing Journalist)