Mahasiswa Basasjep FIB bersama mahasiswa dari Shizuoka University of Art and Culture (SUAC) menjalin program internship bidang pengajaran. (Foto: Istimewa).
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) merupakan salah satu fakultas terbaik di Indonesia. Berdiri pada 1998, FIB UNAIR resmi menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) tahun 2008. Kini terdapat 4 departemen yang berada di FIB UNAIR, yaitu Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Ilmu Sejarah, serta Bahasa dan Sastra Jepang.
Keunggulan Program Studi
Salah satu program studi (prodi) di FIB UNAIR yang menawarkan berbagai kesempatan dalam menunjang studi mahasiswa adalah prodi Bahasa dan Sastra Jepang (Basasjep). Prodi yang berdiri tahun 2006 ini telah terakreditasi A dan memperoleh pengakuan internasional dari FIBAA. Selain itu, kajian kurikulum prodi ini memiliki cakupan luas. Mahasiswa Basasjep tak hanya belajar tentang bahasa dan sastra, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai kebudayaan Jepang.
Terdapat berbagai mata kuliah pilihan, seperti kajian gender, studi pemikiran Jepang, hingga hubungan Indonesia-Jepang. Tawaran mata kuliah praktis juga tersedia di prodi ini dengan mendatangkan dosen praktisi dari berbagai perusahaan Jepang. Hal ini menjadikan kajian prodi mengarah pada berbagai disiplin ilmu, termasuk linguistik, cultural studies, dan sastra.
Pembelajaran menyenangkan juga tersaji melalui klub belajar mahasiswa, kehadiran native speaker, dan festival tahunan Japanese World. Kegiatan festival menjadi momentum perayaan jejepangan terbesar di Jawa Timur yang melibatkan sekitar tujuh ribu pengunjung. Kehadiran program itu membuktikan capaian seimbang antara akademik maupun soft skills mahasiswa.
Kemudian, prodi ini turut menjalin kolaborasi dengan kedutaan Jepang dan lebih dari 40 mitra internasional, seperti Osaka University, Hiroshima University, hingga Kumamoto University. Sehingga tercipta adanya student inbound, kesempatan beasiswa, hingga magang maupun pertukaran pelajar dengan konversi hingga 20 SKS. Mahasiswa pun tetap dapat mengikuti perkuliahan sembari membangun networking.
Prospek Lulusan
Pentingnya penguasaan bahasa asing tentu menjadi nilai tambah dalam kompetisi dunia kerja. Dengan memilih prodi Bahasa dan Sastra Jepang, lulusan ini akan memiliki prospek karier cemerlang. Terutama menilik perkembangan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jepang menjadi peluang besar untuk menonjol di berbagai peran dan sektor.
Kemahiran berbahasa Jepang akan membuka jalan menuju karier internasional. Lulusan prodi ini berpotensi bekerja di lembaga-lembaga, seperti Kementerian Luar Negeri hingga kedutaan besar. Nantinya, lulusan ini juga tersebar di berbagai sektor, seperti pariwisata, keimigrasian, media massa, serta lembaga yang membutuhkan ahli bahasa dan budaya.
Spesifikasi profesi untuk lulusan Basasjep ini dapat menjadi penerjemah dokumen, baik untuk perusahaan multinasional hingga lembaga pemerintah. Tak hanya itu, kemampuan berbahasa Jepang tentu sangat menunjang bagi lulusan ini yang tertarik menjadi tour guide.
Sementara itu, untuk mahasiswa yang menekuni literasi, berpeluang besar menjadi penulis buku, jurnalis, hingga konten kreator yang berkaitan dengan budaya Jepang. Terlebih, meningkatnya minat terhadap bahasa Jepang di kalangan generasi muda saat ini juga membutuhkan tenaga pengajar lulusan Bahasa dan Sastra Jepang yang kompeten.
Peningkatan mutu dan capaian program studi ini selaras dengan upaya Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas.
Penulis: Ega Danar Aji Wibowo
Editor: Nur Khovivatul Mukorrobah




