Universitas Airlangga Official Website

Mengenal Lebih Dekat Prodi Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR

Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR menerima Mahasiswa Inbound dari Shizuoka University pada September 2024 (Sumber: Istimewa)

FIB NEWS – Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) memiliki sejarah panjang yang terus berkembang seiring waktu. Berdiri sejak tahun 2006 dengan nama Sastra Jepang, prodi ini mengalami perubahan nama menjadi Studi Kejepangan pada 2018, dan pada 2023 kembali disempurnakan menjadi Bahasa dan Sastra Jepang. Proses ini menunjukkan komitmen prodi untuk terus relevan dengan kebutuhan zaman dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan global.

“Perubahan nama menjadi Bahasa dan Sastra Jepang ini bertujuan untuk membuka peluang kerja yang lebih luas bagi lulusan dan alumni, memudahkan pencarian informasi, serta agar lebih dikenal oleh masyarakat,” jelas Nunuk Endah Srimulyani, S.S., M.A., Ph.D., selaku Ketua Departemen Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR.

Keunggulan Akademik

Keunggulan prodi Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR tercermin dari status akreditasinya. Setelah sebelumnya terakreditasi A, sejak 2023, prodi ini telah meraih akreditasi unggul dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) serta akreditasi internasional dari FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation) pada 2022. Hal ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan prodi yang sudah berstandar global.  

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR pada kelas Kaligrafi Jepang yang dipandu oleh mahasiswa asli Jepang (Sumber: Istimewa)

Prodi ini menawarkan sejumlah mata kuliah unggulan yang tidak tersedia di tempat lain, seperti Sejarah Pemikiran Jepang, Kajian Gender dan Wanita Jepang, Teknologi Pembelajaran Bahasa Jepang, serta Kaligrafi Jepang. Selain itu terdapat mata kuliah kewirausahaan berbasis Jepang yang hanya tersedia di UNAIR, yakni J-Preneurship. 

“Prodi berusaha mewadahi minat mahasiswa mulai dari aspek kebahasaan, sastra, hingga budaya yang mencakup aspek sosial dan sejarah, namun tetap memiliki fokus penelitian yang berbeda dengan prodi lainnya,” ungkap Nunuk.  

Kerja Sama Internasional

Prodi ini didukung oleh enam dosen bergelar doktor yang memiliki kepakaran di berbagai bidang, dengan lima diantaranya merupakan lulusan universitas di Jepang. Selain itu, fasilitas seperti Jisshuu Shitsu (ruang belajar mandiri) dan laboratorium bahasa Kawabata Yasunari menjadi sarana pendukung bagi mahasiswa untuk belajar secara maksimal. 

Tak hanya itu, Prodi Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR juga menjalin kerja sama dengan berbagai institusi internasional, seperti Chuo University, Tokai University, Shizuoka University of Art and Culture (SUAC), Osaka University, Universiti Malaya (UM), dan masih banyak lagi. Kemitraan ini membuka peluang luas bagi mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran pelajar dan magang di perusahaan internasional seperti ANA Narita Airport Services, FMG Corporation, berbagai hotel di Hokkaido dan Okinawa, juga perusahaan jasa lainnya di Jepang.

“Mahasiswa yang mengikuti program internship di perusahaan-perusahaan ini memiliki peluang yang besar untuk melanjutkan karir mereka. Setelah masa magang selesai, perusahaan biasanya menawarkan kontrak kerja, sehingga mahasiswa bisa kembali ke perusahaan tersebut setelah lulus kuliah,” tuturnya.

Prestasi dan Peluang Karir Luas

Prodi Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR telah mencetak berbagai prestasi gemilang. Di tingkat internasional, mahasiswa berhasil meraih Bronze Medal pada lomba JLfest 2022 yang diselenggarakan oleh Japanese Language Society of Malaysia. Sementara di tingkat nasional, mereka konsisten memenangkan beberapa kejuaraan di kompetisi Kanji Cup maupun lomba Presentasi Bahasa Jepang yang diadakan oleh Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya setiap tahunnya.

Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR menggelar Japanese World, festival budaya Jepang tahunan (Sumber: Istimewa)

Prodi ini juga memiliki Niseikai (Nihon Gakusei Kai), himpunan mahasiswa yang berfungsi sebagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa. Organisasi ini mendukung mahasiswa untuk mendalami berbagai aspek budaya Jepang, baik budaya tradisional maupun populer. Salah satu program unggulannya adalah Japanese World, festival tahunan yang dirancang untuk memperkenalkan budaya Jepang kepada masyarakat luas.

Lulusan prodi Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR memiliki prospek karir yang menjanjikan dan peluang yang luas. Tidak hanya terbatas di bidang linear seperti menjadi penerjemah, pengajar bahasa Jepang, atau karyawan di perusahaan Jepang, tetapi juga di bidang lain seperti kewirausahaan, jurnalisme, dan lainnya. 

“Kami ingin untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan bahasa yang kuat, pemikiran kritis dan daya analitik yang tinggi, serta wawasan yang luas. Semua itu menjadi bekal untuk bersaing di dunia kerja nanti. Untuk mewujudkan hal ini, para dosen memberikan pendidikan terbaik dengan memanfaatkan keahlian mereka yang beragam dan spesifik,” tutupnya.  

Penulis: Fania Tiara Berliana Marsyanda

Editor: Nuri Hermawan