UNAIR NEWS – Viva Outer Division (VOD) merupakan sebuah program kerja kaderisasi dari Departemen PSDM (Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa) Keluarga Mahasiswa PSDKU UNAIR Banyuwangi. Sebagai bentuk program kaderisasi, KM PSDKU melaksanakan serangkaian kegiatan VOD yakni “Pembekalan PKKMB” untuk calon mahasiswa baru PSDKU UNAIR Banyuwangi. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 31 Juli 2018, yaitu tepat 2 hari sebelum dilaksanakannya pengukuhan mahasiswa baru di kampus UNAIR Surabaya.
“Pembekalan PKKMB ini sebenarnya telah dilaksanakan setiap tahun mulai tahun 2015, jadi tujuan utama kita untuk memberikan gambaran pelaksanaan PKKMB di Surabaya, agar adik-adik kita nanti siap mental dan perlengkapannya,” tutur Bondan Sigit selaku Ketua VOD 2018.
Pembekalan yang diberikan kepada calon mahasiswa baru disampaikan oleh dosen dan mahasiswa yang pernah manghadapi PKKMB. Imbuhnya, kegiatan tersebut lebih ke sharing-sharing tentang cara mengahadapi PKKMB, keperluan yang perlu disiapkan, tips dan trik beradaptasi di lingkungan baru, hingga info tempat tinggal di Surabaya dan Banyuwangi.
“Dua tahun lalu saya juga menjadi peserta acara pembekalan PKKMB seperti ini, dan terbukti sangat membantu, karena berawal dari kenalan di Banyuwangi hingga satu kos dan mengerjakan tugas PKKMB bersama di Surabaya, oleh karena itu acara ini tetap kami lakukan dari tahun ke tahun,” imbuh Bondan.
Meskipun pelaksanaannya tidak dihadiri oleh Koordinator PSDKU UNAIR Banyuwangi, acara tetap berjalan lancar dengan dihadiri oleh beberapa dosen yang membuat calon mahasiswa baru semakin bersemangat untuk berkuliah. Salah satunya Muh. Thohawi EP, drh., M.Si., selaku dosen FKH. Dalam paparannya ia meyakinkan calon mahasiswa baru bahwa PKKMB tidak ada unsur kekerasan. Ia juga menegaskan bahwa UNAIR Banyuwangi tidak ada bedanya dengan UNAIR Surabaya. Bahkan, menurutnya, UNAIR Banyuwangi memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak ada di UNAIR Surabaya.
“Kalian tenang saja, kaderasasi saat ini tidak diperbolehkan ada unsur kekerasan, sebenarnya kaderisasi atau ospek yang dilakukan kakak-kakak kalian saat ini juga termasuk ke dalam kekerasan, tetapi bentuknya kekerasan mental, dan itu tidak masalah, karena membuat kalian menjadi lebih baik,” ujarnya
Selain memberikan pembekalan tentang PKKMB, kegiatan itu juga bisa disebut welcome party, karena calon mahasiswa baru berkesempatan mengenal terlebih dahulu teman-teman seangkatannya, sehingga pada saat PKKMB di Surabaya mereka sudah memiliki kenalan dan tidak kebingungan.
Penulis: Bastian Ragas
Editor: Nuri Hermawan





