Universitas Airlangga Official Website

Pakar UNAIR Bagikan Tips Meninggalkan Rumah dengan Tenang saat Mudik

Ilustrasi keluarga yang akan mudik dan meninggalkan rumahnya (Foto: Kompas)
Ilustrasi keluarga yang akan mudik dan meninggalkan rumahnya (Foto: Kompas)

UNAIR NEWS – Mudik lebaran selalu menjadi momen yang berarti, tetapi di balik itu, muncul kekhawatiran kepada keamanan rumah yang kosong tak berpenghuni selama berhari-hari. Pakar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR, Dr Putri Ayuni Alayyannur S KM M KKK, membagikan strategi mitigasi risiko agar pemudik dapat meninggalkan rumah dengan lebih tenang.

Cek Kondisi Rumah

Menurutnya, persiapan keamanan rumah sebelum mudik harus terlaksana secara menyeluruh, mulai dari aspek struktural hingga potensi bahaya yang sering luput dari perhatian. “Sebelum berangkat, lakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh bagian rumah. Hal itu untuk memastikan tidak ada kerusakan yang bisa memicu masalah selama meninggalkan rumah,” ungkapnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya memeriksa saluran air untuk mencegah kebocoran. Pemeriksaan tersebut untuk menghindari genangan atau bahkan kerusakan lebih besar jika terjadi hujan deras. Tak hanya itu, pemilik rumah juga disarankan merapikan seluruh bagian rumah, dari halaman depan hingga belakang. Upaya itu agar tidak ada barang-barang yang berpotensi menjadi sumber masalah, seperti ranting kering atau tumpukan sampah yang dapat memicu kebakaran.

Dr Putri Ayuni Alayyannur S KM M KKK, Pakar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR.
Pastikan Kelistrikan dan Gas dalam Kondisi Aman

Salah satu penyebab utama kebakaran rumah saat kosong dan penghuninya sedang mudik adalah korsleting listrik. Cabut semua peralatan listrik yang tidak diperlukan dari sumbernya. “Peralatan listrik yang harus tetap menyala, seperti kulkas dan lampu penerangan luar rumah, sebaiknya membatasi penggunaanya pada yang benar-benar perlu saja,” jelasnya.

Selain listrik, keamanan kompor dan tabung gas juga tidak boleh terabaikan. “Pastikan kompor dalam keadaan mati dan regulator gas sudah kondisii lepas untuk mencegah kebocoran yang dapat memicu kebakaran,” terangnya.

Ia juga mengingatkan pemilik rumah untuk memindahkan alat elektronik yang ada di lantai ke tempat yang lebih tinggi, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir. “Jika terjadi hujan deras atau banjir, peralatan elektronik yang tersimpan di lantai bisa terkena air dan menyebabkan hubungan arus pendek,” tambahnya.

Teknologi Keamanan vs Human Error

Seiring berkembangnya teknologi, pemilik rumah mulai mengandalkan sistem keamanan digital seperti smart lock, CCTV, dan sensor kebakaran. Namun, karena faktor human error menjadi celah oleh pelaku kejahatan.

“Tidak sedikit pemilik rumah yang sudah memasang alarm atau CCTV, tetapi lupa mengaktifkannya sebelum berangkat mudik. Atau malah meninggalkan perangkat elektronik dalam keadaan menyala yang justru menimbulkan risiko lain,” pungkasnya.

Agar teknologi benar-benar efektif, Putri Ayuni menyarankan pemudik untuk melakukan simulasi keamanan sebelum berangkat. Simulasi tersebut seperti memastikan bahwa semua pintu dan jendela sudah terkunci, sistem alarm berfungsi dengan baik, serta tidak ada perangkat elektronik yang menyala tanpa pengawasan.

Selain itu, jika mempercayakan rumah kepada tetangga, pastikan ada komunikasi yang jelas. Komunikasi seperti menyepakati jadwal pengecekan rumah secara berkala dan mekanisme pelaporan jika terjadi sesuatu yang mencurigakan.

Penulis: Sintya Alfafa
Editor: Ragil Kukuh Imanto