UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar acara bincang santai membahas seputar UTBK SNBT pada Senin (24/3/2025). Acara yang dipandu oleh Nabila Fadhia Ulhaq sebagai host itu, menghadirkan narasumber yakni Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA DVM selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni. Acara tersebut disiarkan melalui siaran langsung Instagram.
Pemilihan Lokasi UTBK
Prof Bambang dalam kesempatan tersebut menganjurkan peserta untuk memilih lokasi UTBK yang terdekat dengan domisili mereka. ia menekankan bahwa dimanapun lokasi UTBK, peserta tetap dapat memilih UNAIR sebagai kampus pilihannya.
“Kalau dari luar daerah cari saja yang dekat. Misalnya, dari luar Jawa ya tidak perlu datang ke UNAIR karena dari tempat terdekat adik-adik itu bisa memilih program studi di UNAIR,” tegasnya.
Lokasi UTBK, sambungnya, merupakan salah satu upaya untuk memfasilitasi peserta agar dapat melaksanakan tes dari tempat terdekat. Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan lokasi UTBK terdekat akan membantu peserta menjaga stamina sebelum tes.
“Tidak perlu datang ke UNAIR kalo untuk SNBT. Jadi, silahkan mendaftar di UNAIR tetapi tesnya di tempat yang paling dekat sehingga nanti adik-adik tidak kehabisan energi karena transportasi dan lain sebagainya,” terangnya.
Lintas Jurusan
Prof Bambang tidak menganjurkan peserta SNBT untuk lintas jurusan. Menurutnya, akan sulit bagi calon mahasiswa mengikuti aktivitas pembelajaran jika tidak memiliki bekal ilmu dasar dari SMA/SMK. “Saya tidak sarankan karena pasti nanti akan sangat berat,” tegasnya.
Ia juga menceritakan bahwa UNAIR pernah menerima mahasiswa lintas jurusan dan mereka diwajibkan mengikuti tes matrikulasi apabila lintas jurusan dari sosial ke saintek. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum mengikuti pembelajaran di kelas.
“Pada saat mengikuti matrikulasi walaupun kita berikan materi untuk persiapan dan kita lakukan pre-test dan post-test banyak yang hasilnya tambah jelek. Nilai pre test-nya jelek dan post test-nya juga tambah jelek,” ujarnya.
Menurutnya, lintas jurusan dari sosial ke saintek lebih baik tidak dilakukan karena akan memberatkan. Sedangkan, ia menyatakan untuk lintas jurusan dari saintek ke sosial masih memungkinkan untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
“Beberapa prodi sosial malah banyak yang berasal dari saintek. Misalnya akuntansi, psikologi, dan sebagainya,” jelasnya.
Penulis: Septy Dwi Bahari Putri
Editor: Khefti Al Mawalia





