Sabtu, 25 Januari 2025, tim tenaga pendidik yang terdiri dari 22 dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Acara ini berlangsung dengan sukses berkat dukungan banyak pihak, termasuk keterlibatan mahasiswa Universitas Airlangga dalam program Kuliah Kerja Nyata Berbasis Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBK) ke-5.
Kegiatan ini berawal dari keluhan Kepala Desa Ngimbang yang menyampaikan permasalahan warganya terkait limbah pasca panen, seperti kulit dan tongkol jagung, yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Padahal, mayoritas warga memiliki ternak sapi yang berpotensi memanfaatkan limbah ini sebagai pakan. Permasalahan ini kemudian disampaikan kepada dosen pembimbing lapangan yang juga merupakan dosen FKH Unair. Berkat koordinasi yang baik antara berbagai pihak, pengabdian masyarakat ini dapat terlaksana dengan berbagai kegiatan bermanfaat bagi kelompok peternak setempat.
Selain penyuluhan mengenai gangguan reproduksi pada ternak dan penggunaan obat-obat herbal, para peserta juga mendapatkan pelatihan langsung dalam pembuatan silase dari limbah pasca panen. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya lokal serta mendukung keberlanjutan peternakan di wilayah tersebut. Para peternak yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat hingga akhir acara.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan peternakan lokal, tim dosen FKH Unair juga membagikan produk probiotik secara gratis kepada para peternak. Produk ini telah dikembangkan melalui berbagai penelitian selama lebih dari 15 tahun dan telah terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan dan produktivitas ternak. Berbagai testimoni dari pengguna sebelumnya menunjukkan bahwa probiotik ini dapat meningkatkan efisiensi pencernaan ternak serta mengoptimalkan pertumbuhan dan kesehatan hewan.
Kegiatan ini sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
- SDG 2 – Zero Hunger: Program ini mendukung ketahanan pangan melalui peningkatan kualitas pakan ternak yang berkontribusi pada hasil peternakan yang lebih baik.
- SDG 3 – Good Health and Well-being: Penggunaan probiotik yang telah teruji membantu meningkatkan kesehatan ternak, yang secara tidak langsung berdampak pada kesehatan manusia melalui produk peternakan yang lebih berkualitas.
- SDG 12 – Responsible Consumption and Production: Pemanfaatan limbah pasca panen menjadi pakan ternak melalui teknik silase mendukung produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.
- SDG 15 – Life on Land: Kegiatan ini berkontribusi terhadap pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dengan mengurangi limbah organik dan meningkatkan efisiensi peternakan.
Melalui program ini, FKH Unair terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semoga inisiatif ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas di masa depan. Jaya terus FKH Unair!
Penulis: Lita Rakhma Yustinasari




