Universitas Airlangga Official Website

FLUTD PADA KUCING DEWASA

Gejala dan Penyebab FLUTD
Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) merupakan penyakit yang menyerang saluran kemih bagian bawah pada kucing, khususnya kandung kemih dan uretra. Penyakit ini ditandai dengan gejala seperti hematuria (darah dalam urin), dysuria (kesulitan buang air kecil), dan stranguria (buang air kecil yang menyakitkan). Kucing yang mengalami FLUTD sering kali menunjukkan tanda-tanda kesakitan saat berusaha urinasi, mengejan berlebihan, dan kehilangan nafsu makan.

FLUTD dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk urolithiasis (batu kemih), trauma, pola makan yang tidak sesuai, serta konsumsi air minum yang kurang atau terkontaminasi. Risiko penyakit ini meningkat pada kucing yang hanya mengonsumsi pakan kering, mengingat asupan air yang rendah dapat mempercepat pembentukan kristal atau batu pada saluran kemih.

Riwayat Kasus
Pada 11 November 2024, seekor kucing jantan berusia 9 tahun dengan berat badan 3,7 kg datang ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Airlangga dengan keluhan utama berupa kesulitan buang air kecil selama beberapa hari dan penurunan nafsu makan. Pemeriksaan lebih lanjut mengonfirmasi adanya gangguan pada saluran kemih bagian bawah yang memerlukan penanganan segera.

Penanganan
Untuk mengatasi obstruksi urin yang terjadi, dilakukan prosedur kateterisasi guna membantu mengeluarkan urin yang terhambat. Selain itu, terapi medis diberikan berupa antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri yang dapat memperburuk kondisi FLUTD, suplemen untuk mendukung fungsi ginjal dan hati, serta terapi cairan guna menjaga keseimbangan elektrolit dan hidrasi tubuh kucing. Kombinasi pengobatan ini bertujuan untuk meningkatkan peluang pemulihan serta mencegah komplikasi lebih lanjut.

Keterkaitan dengan SDGs
Penanganan FLUTD ini berkaitan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:

  1. SDG 3: Good Health and Well-being
    Penanganan penyakit pada hewan, termasuk FLUTD, berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan hewan peliharaan. Kesehatan hewan yang baik juga berdampak positif pada pemiliknya, baik secara emosional maupun ekonomi.
  2. SDG 6: Clean Water and Sanitation
    Salah satu faktor risiko FLUTD adalah kualitas air minum yang buruk. Penyuluhan mengenai pentingnya pemberian air bersih bagi hewan peliharaan mendukung akses terhadap air minum yang aman, tidak hanya bagi manusia tetapi juga bagi hewan.
  3. SDG 12: Responsible Consumption and Production
    Pola makan yang tepat sangat penting dalam mencegah FLUTD. Edukasi tentang pemilihan pakan yang seimbang dan berkualitas bagi hewan mendukung konsumsi yang bertanggung jawab dalam industri pet food.

Melalui penanganan yang tepat serta edukasi bagi pemilik hewan, diharapkan kejadian FLUTD dapat dikurangi, sehingga meningkatkan kualitas hidup hewan peliharaan serta mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Penulis: Elang Surottama Hudoyo