UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Kali ini, tiga mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) angkatan 2024, Aqila Indi Zahrawain, Hanindya Josephira, dan Michelle Ellen Kimberl berhasil menyabet Juara 1 dalam lomba poster nasional. Kompetisi ini berlangsung di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, pada Sabtu (12/4/2025).
Dalam lomba tersebut, tim UNAIR mengusung inovasi berbentuk aplikasi bernama GusiKu, sebuah solusi berbasis teknologi untuk deteksi dini penyakit gingivitis. Michelle, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa gagasan ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya prevalensi gingivitis di Indonesia yang mencapai 96,58 persen menurut data Riset Kesehatan Dasar 2018.
“Sayangnya, banyak pasien datang ke dokter gigi saat kondisinya sudah parah, bahkan sudah berkembang menjadi periodontitis yang bersifat silent disease, sehingga sulit dikenali gejalanya di tahap awal,” jelas Michelle.
Fitur Unggulan GusiKu
Aplikasi GusiKu tim UNAIR rancang agar dapat mempermudah masyarakat untuk memantau kondisi kesehatan gusi mereka. Di dalamnya terdapat empat fitur utama. Pertama, GusiCam untuk mengambil gambar rongga mulut dan mendeteksi perubahan warna gusi serta gejala yang pengguna rasakan. Kedua, GusiEdu yang memberikan edukasi seputar kesehatan gigi dan mulut. Ketiga, GusiTanya yang menyediakan layanan konsultasi daring dengan dokter gigi. Terakhir, PantauGusi yang berfungsi sebagai alat pemantau perkembangan kondisi gusi pengguna.
Michelle menyatakan bahwa aplikasi ini dapat menjadi pelengkap sekaligus pembeda dari platform telemedicine yang sudah ada karena fokusnya yang sangat spesifik terhadap penyakit gingivitis. “Kami ingin mengisi kekosongan yang belum disentuh aplikasi kesehatan lain, khususnya untuk pencegahan dini masalah gusi,” imbuh Michelle.
Tantangan dan Perjalanan
Perjalanan tim menuju panggung juara tidak sepenuhnya mulus. Awalnya, sempat terjadi kendala administrasi karena pihak panitia tidak mempublikasikan poster mereka akibat dugaan belum mengisi formulir pendaftaran. Namun, setelah mengirimkan bukti pembayaran dan melakukan komunikasi intensif, tim akhirnya tetap panitia nyatakan sebagai peserta sah.
Tak hanya itu, mereka juga harus menghadapi tantangan waktu karena bertepatan dengan masa Ujian Tengah Semester (UTS). Latihan presentasi baru bisa dilakukan di perjalanan menuju Jakarta, tepatnya 12 jam sebelum tampil di hadapan juri. Meski persiapan tergolong singkat, penampilan mereka justru berhasil mencuri perhatian dewan juri dan membawa pulang Juara 1. “Awalnya kami ragu bisa sampai final, apalagi karena sempat pasrah karena drama administrasi. Tapi ternyata, semua kerja keras terbayar,” ujar Michelle.
Penulis: Ameyliarti Bunga Lestari
Editor: Edwin Fatahuddin





