UNAIR NEWS – Program Studi Biologi Universitas Airlangga (UNAIR) merupakan salah satu program studi unggulan di bawah Fakultas Sains dan Teknologi yang telah berdiri sejak tahun 1982. Saat ini, Program Studi Biologi telah mengantongi akreditasi unggul secara nasional dan akreditasi internasional dari ASIIN, menegaskan kualitasnya dalam mencetak lulusan yang siap bersaing secara global.
Keunggulan dan Bidang Minat
Prof Dr Sri Puji Astuti Wahyuningsih M Si, selaku kepala departemen mengungkapkan bahwa keunggulan utama dari program studi ini adalah cakupan keilmuan yang sangat luas, mulai dari kajian makhluk hidup secara klasik hingga pendekatan modern berbasis biologi molekuler. Tak hanya fokus pada ilmu dasar, Biologi UNAIR juga mengembangkan riset dan pembelajaran yang berorientasi pada bidang kesehatan dan pelestarian lingkungan.
“Cara pandang dalam biologi sekarang tidak hanya soal mengamati makhluk hidup, tapi sudah berkembang ke arah biologi molekuler yang aplikatif. Misalnya untuk analisis kesehatan, lingkungan, hingga pangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, mahasiswa dapat memilih peminatan seperti botani, zoologi, ekologi, maupun mikrobiologi. Lulusan dari program ini memiliki prospek kerja yang luas, mulai dari sektor lingkungan hidup, industri obat-obatan, quality control produk, hingga pengembangan pakan ternak melalui teknologi mikroorganisme.

Karier Lulusan
Tak sedikit alumni Program Studi Biologi UNAIR yang menunjukkan kiprah luar biasa di kancah nasional maupun internasional. Di antaranya adalah Prigi Arisandi, SSi MSi peraih Goldman Environmental Prize yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif LSM Ecoton. Selain itu, ada pula Drs Anis Febriantomo yang menjabat sebagai Direktur Operasional PT Perkebunan Nusantara XII, serta Wahyudin Ali Syakir yang kini berkarier sebagai Manager Environment, Health and Safety (EHS) di Qatalum, Qatar.
Program Studi Biologi juga menjalin kerja sama dengan berbagai institusi, baik pemerintah maupun swasta. Mulai dari industri kelapa sawit, teh, hingga riset bersama BRIN dan sektor teknik kimia di Gresik. Program ini mendorong mahasiswa untuk mengembangkan profil lulusan seperti analis, peneliti dan wirausahawan di bidang biologi. “Kurikulum yang dicanangkan ini tentunya mendukung profil lulusan,” terangnya.
Profesi Ahli Biologi
Dalam menghadapi tantangan disrupsi teknologi, profesi di bidang biologi berpeluang besar sebagai salah satu yang tidak tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI). Tuti menambahkan bahwa sejalan dengan prediksi Bill Gates yang menyatakan bahwa terdapat 3 pekerjaan yang akan tergantikan oleh AI. Pekerjaan itu antara lain yaitu programmer, pakar energi dan ahli biologi.
“Ahli Biologi ini termasuk salah satu dari pekerjaan yang tidak akan punah dan digantikan dengan teknologi AI” pungkas Prof Tuti.
Penulis : Adinda Octavia Setiowati
Editor : Ragil Kukuh Imanto





