Universitas Airlangga Official Website

Delegasi UNAIR Sabet 3rd Runner Up Kompetisi Bisnis HSBC

Tim UNAIR raih 3rd Runner-Up kompetisi bisnis HSBC (Foto: dok. tim)
Tim UNAIR raih 3rd Runner-Up kompetisi bisnis HSBC (Foto: dok. tim)

UNAIR NEWS – Delegasi Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih 3rd Runner-Up pada HSBC Indonesia Business Case Competition 2025. Acara ini merupakan kompetisi bergengsi bagi mahasiswa S1 yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan para pebisnis terbaik di Indonesia. Kompetisi bisnis ini diselenggarakan oleh PT Bank HSBC Indonesia yang berkolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation. 

Delegasi tersebut beranggotakan empat orang yakni Alya Hamidah, Imelda Felicia Dharmawan, ⁠Yasmine Tsania Farahdina, dan Mita Andini dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR. Tim tersebut lolos mewakili UNAIR sampai ke babak final pada Selasa (29/4/2025), di Sampoerna Strategic Square, Jakarta Selatan. 

Alya sebagai perwakilan tim menyampaikan terkait teknis lomba. Tim diberikan sebuah studi kasus terkait permasalahan perusahaan, dan mereka harus memberikan sebuah ide atau solusi untuk permasalahan tersebut. “Kami diberikan case book kemudian menganalisis lalu memberikan strategic solution beserta implementation plan,” ujarnya. 

Pada ronde pertama dan kedua, tim diberikan kasus terkait perusahaan yang berbasis di Korea Selatan yakni Yanolja. Pada kasus yang diberikan, perusahaan ini ingin melakukan IPO di Amerika, namun mereka belum memiliki arah yang jelas mengapa ingin melakukan langkah tersebut. “Kami memberikan rekomendasi agar Yanolja melakukan IPO di Korea Selatan, karena ada dukungan dari regulasi dan aplikasinya masih belum siap untuk dipakai orang di luar Korea,” jelasnya. 

Pada semifinal, kasus yang diberikan terkait dengan Maxim’s Cake, sebuah perusahaan besar di Hong Kong yang bergerak di bidang makanan, minuman, dan restoran. Di Dalam kasus yang diberikan, Maxim’s Cake ingin menjangkau pasar anak muda yang seiring berjalannya waktu lebih menyukai healthy lifestyle. Hal tersebut tidak sesuai dengan apa yg dimiliki Maxim’s Cake.

“Kami mempunyai solusi dengan memberikan diversifikasi kue agar memiliki title seperti energize cake. Khusus untuk pemuda yang ingin berolahraga atau bisa digunakan sebagai pre-workout meal,” katanya.

Lebih lanjut, Alya menceritakan tentang kasus yang diberikan saat final. Kasus yang diberikan terkait dengan perusahaan bernama COSCO Shipping. Perusahaan ini merupakan konglomerat transportasi laut internasional milik negara Tiongkok yang berkantor pusat di Shanghai. 

Pada kasus yang diberikan, perusahaan ini ingin menaikkan kepemilikan saham di Jerman sekitar 35%. Tim UNAIR tersebut memberikan solusi berupa perusahaan dapat memakai blockchain. “Perusahaan bisa membuat infrastruktur yang kemudian di tracking dengan teknologi blockchain dan membuat Green Port,” jelasnya. 

Selain menceritakan tentang kompetisi tersebut, Alya mewakili timnya memberikan tips untuk memenangkan sebuah lomba. Alya mengatakan bahwa skill berbahasa Inggris sangat diperlukan. “Kebanyakan lomba seperti ini sudah menggunakan bahasa inggris, sehingga dianjurkan untuk setidaknya memiliki intermediate skill dalam berbahasa Inggris,” jelasnya. 

Alya juga mengatakan analytical skill dan problem solving skill juga sangat penting di mana mereka harus melihat permasalahan yang ada. “Skill tersebut bisa memilah mana masalah yang harus segera diselesaikan, karena di perlombaan tersebut disediakan banyak permasalah,” ujarnya. 

Penulis: Rizma Elyza

Editor: Yulia Rohmawati