NERS NEWS – (Kamis, 27 Maret 2025) – Dalam rangka meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai pentingnya peduli, mengenali, dan mengatasi TB yang tepat, tim mahasiswa Praktik Profesi Pendidikan Ners Universitas Airlangga dari Rumah Sakit Grha Trimed menggelar penyuluhan kesehatan “PEKA TBC : Peduli, Kenali, Atasi TB” di ruang perawatan IRNA 5A.
Penyuluhan berlangsung di Ruang IRNA 5A RS GRHA TRIMED pada pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai Konsep Tuberkulosis Paru. Pembawa acara penyuluhan, Elsa Revinata, menjelaskan bahwa kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penanganan yang cepat dan tepat pada kasus TB. “Banyak keluarga pasien yang masih bingung bagaimana cara mengatasi TB. Oleh karena itu, kami ingin memberikan edukasi yang komprehensif agar pasien dan keluarga bisa lebih siap dalam menghadapi situasi tersebut,” ujarnya.
Dalam sesi penyuluhan berlangsung, pemateri Soviya Oktaviana dan Ananda Berliana Tahta Arsyillah menyampaikan bahwa TB merupakan penyakit menular langsung dan menyebar melalui udara saat penderita TB aktif mengeluarkan droplet kecil. “Perawatan yang baik untuk penderita TB hanya dilakukan oleh tenaga medis, tetapi juga harus didukung oleh keluarga pasien dengan pemahaman yang baik dalam mengatasi TB akan membantu mempercepat proses penyembuhan,” jelas Soviya. Selain itu, peserta penyuluhan juga diedukasi tentang pengobatan TB. “Jika muncul tanda gejala TB, segera periksa dan lakukan pengobatan. Pengobatan harus diselesaikan sesuai dosis dan rentan waktu yang telah ditentukan, biasanya pasien TB menjalani pengobatan selama 6 bulan” tambah Arsyillah.
Selama penyuluhan, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada pemateri mengenai berbagai kendala yang mereka hadapi. Seorang peserta mengungkapkan, Bagaimana cara mengetahui orang lain yang terkena TB paru saat tidak saling kenal. Menanggapi hal tersebut, Soviya dan Arsyillah menjelaskan, “Jikalau orang di sebelah kita batuk terus-menerus perlu diwaspadai terlebih jika orang tersebut batuk lebih dari 2 minggu, terlihat lemas, berkeringat di malam hari, dan makin kurus, bisa jadi itu TB paru. Waspada yang perlu dilakukan dengan jaga jarak, pakai masker, dan pastikan ventilasi baik untuk mencegah penularan”.
Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi berupa post-test untuk mengukur pemahaman peserta setelah penyuluhan. Alhamdulillah acara ini berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan sesi tanya jawab serta diskusi interaktif antara peserta dan pemateri. Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, diharapkan pasien dan keluarga dapat lebih memahami pentingnya mengenali dan mengatasi TB Paru hingga perawatan kesehatan yang benar serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Nur Rofiqoh R
Editor : Nasya Puspita A (Airlangga Nursing Journalist)




